Rabu, 1 Oktober 2014

/

Ini Gunung Gamalama, Bukan Dorce Gamalama

Selasa, 19 Februari 2008 | 07:09 WIB

ARTIS serba bisa Dorce Gamalama lebih populer dibanding Gunung Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara (Malut). Padahal, Gamalama di belakang nama Dorce diambil dari nama gunung ini. Kisahnya, pada suatu waktu Dorce melakukan perjalanan ke Ternate bersama seniman Betawi (Alm) Benyamin Suaeb. Ia terinspirasi oleh nama gunung itu dan mengenakannya sebagai namanya.

Tapi, ini bukan cerita tentang Dorce Gamalama. Ini cerita tentang Gunung Gamalama. Gunung Gamalama adalah satu dari lima gunung api yang ada di Malut. Empat gunung lainnya adalah Gunung Gamkonora di Kabupaten Halbar yang meletus awal Juli 2007, Gunung Ibu, dan Gunung Dokona di Kabupaten Halut dan Gunung Kiebesi di Pulau Makian, Halsel.  Gunung Gamalama pernah meletus pada tahun 1983.

Ada keindahan tersembunyi di balik gunung api ini. Mendaki Gunung Gamalama wisatawan tidak hanya akan disuguhi dengan pemandangan yang indah, tapi juga akan melihat sejumlah tempat unik di gunung itu,  yang tak  mungkin bisa ditemukan di tempat lain.  Pemandangan indah yang dapat disaksikan saat mendaki di gunung yang terletak di Pulau Ternate, Maluku Utara (Malut)  tersebut, di antaranya hamparan perkebunan cengkeh dan pala di sepanjang lerengnya.
     
Pulau-pulau yang ada di sekitar Pulau Ternate, seperti  Pulau  Maitara,  Pulau Tidore, Pulau Halmahera dan laut biru yang mengelilinginya, juga akan menjadi  pemandangan indah saat berada di puncak Gunung Gamalama. "Di saat berada di puncak Gunung Gamalama  dan memandang laut biru serta pulau-pulau  yang ada di sekitarnya, rasanya mau tinggal selamanya di puncak gunung itu,"  kata Rais (18),  seorang warga Ternate.
     
Sedangkan tempat-tempat unik yang dapat disaksikan di gunung tersebut, di antaranya mata air di lekukan batu seluas loyang besar. Masyarakat  setempat menyebut  mata air dengan nama mata air abdas. Mata air abdas di gunung setinggi 1.700 meter tersebut sangat dikeramatkan oleh masyarakat Ternate. Airnya yang dingin diyakini masyarakat setempat dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
     
Cara mengambil air di mata air abdas tersebut juga ada aturannya. Tidak boleh berebutan dan harus satu per satu saat mengambil airnya, selain itu setiap  orang cukup mengambil satu botol. "Rasa air dari mata air abdas itu, nikmat sekali. Tidak sama rasanya dengan air minum biasa, termasuk air mineral sekali pun. Makanya masyarakat di sini  menyamakannya dengan air zam-zam di Mekah," kata Rais.
     
Tempat lainnya yang juga bisa dilihat di gunung api yang masih  aktif  tersebut adalah kuburan yang sudah berusia  ratusan tahun. Kuburan leluhur  masyarakat Ternate  tersebut sangat dikeramatkan. Tidak diketahui kenapa kuburan tersebut ada puncak Gunung Gamalama, apalagi  gunung ini adalah gunung api yang masih aktif dan untuk mendaki dari bawah ke puncak,  membutuhkan waktu sedikitnya enam jam.
     
Banyak masyarakat Ternate yang mendaki Gunung  Gamalama dengan tujuan  berziarah di kuburan tersebut.  Di kuburan itu mereka berdoa dan memanjatkan  berbagai keinginan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
     
"Tapi jangan salah  menafsirkannya, Masyarakat tidak meminta kepada kuburan itu. Mereka hanya menjadikan kuburan itu  tempat bedoa kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata seorang tokoh agama di Ternate, H. Usman.        
     
Jumlah pendaki harus genap

     
Mendaki di Gunung Gamalama  banyak pantanganya. Misalnya, dalam satu tim jumlahnya harus genap, Kalau ganjil bisa fatal karena salah satu di antaranya akan hilang dalam perjalanan. Begitu keyakinan masyarakat setempat. "Sebelum mendaki di gunung tersebut sebaiknya terlebih dahulu melakukan  ritual "doa kie" atau doa gunung agar tidak mengalami halangan dalam perjalanan," kata seorang  tokoh adat Kesultanan Ternate,  H, Ridwan Dero.
     
"Jika saat mendaki di Gunung Gamalama terjebak kabut tebal, kita cukup mengumandangkan azan dan  kabut itu akan hilang. Saya sudah beberapa kali membuktikan hal itu," kata Jafar,  warga lainnya di Ternate.
     
Objek wisata Gunung Gamalama tersebut merupakan salah satu objek wisata andalan Malut untuk menarik sebanyak-banyaknya wisatawan mancanegara ke Malut pada Visit Indonesia Year (VIY) 2008 ini.
    
Bagaimana ke sana?


Untuk sampai  ke Ternate, wisatawan dapat melalui  jalur laut, dapat pula  melalui jalur udara, Untuk jalur laut  dapat menggunakan kapal penumpang PT Pelni, yang setiap mingggu ada  yang singgah di Ternate. Sedangkan melalui  jalur udara  dapat menggunakan  sejumlah maskapai penerbangan yang memiliki rute penerbangan ke Ternate, seperti Merpati dan Lion Air/ Ada tujuh penerbangan ke Ternate setiap hari.
    
Biaya transportasi  ke Ternate juga tidak terlalu mahal. Kalau menggunakan kapal penumpang PT Pelni, untuk  Jakarta - Ternate kelas wisata Rp 800.000, sedangkan tiket pesawat untuk rute yang sama sekitar  Rp 1,5 juta.   Untuk akomodasi, di Ternate  banyak tersedia penginapan mulai dari  wisma dengan tarif Rp 25.000 per malam sampai hotel bintang IV dengan tarif Rp 300.000 ke atas per malam. Restoran di kota ini juga banyak. (ANT)


Editor :