Jumat, 21 November 2014

/ Travel

Membuat Foto Pemandangan yang Memesona

Jumat, 22 Agustus 2008 | 13:03 WIB

Apa yang salah? Pemandangan alam sangat indah tetapi foto yang Anda hasilkan mengecewakan. Jangan pula salahkan kamera. Peralatan kamera yang canggih belum bisa menjadi jaminan seseorang bisa membuat foto yang bagus.

Di tangan seorang fotografer yang kreatif, sebuah foto pemandangan alam (landscape) yang indah dapat terbuat dari subyek apa saja, dari sebuah daerah pertanian terpencil di Jawa Tengah, ladang perkebunan teh di Jawa Barat, teras sawah di Bali sampai reruntuhan kuil Inca di Peru. Gambar pemandangan alam atau landscape secara sederhana merupakan foto yang melukiskan sebuah tempat di luar rumah, di manapun tempat itu.

Kecendrungan alamiah -terutama pada pemandangan alam yang indah- adalah menggunakan lensa lebar dan secara random memasukan sebanyak mungkin subyek pemandangan. Asumsinya keindahan tempat itu akan memegaruhi foto yang dihasilkan. Biasanya hal itu tidak berhasil baik. Walaupun kemampuan lensa lebar untuk menangkap pemadangan yang luas merupakan sebuah berkah, seringkali justru lebih baik menggunakan lensa tele (jauh) untuk mengisolasi bagian tertentu yang menarik dari sebuah pemandangan. Dalam dua kasus itu (penggunaan lensa lebar atau tele), Anda harus menemukan cara untuk mengorganisasikan atau menghadirkan foto landscape dengan sesedikit mungkin memasukan hal-hal yang tidak perlu.

Cobalah berpikir tentang foto landscape laksana cerita pendek yang memiliki pembukaan (foreground/latar depan), bagian tengah (middle ground/latar tengah), dan bagian akhir (background/latar belakang). Pada sebuah pemandangan ladang pertanian, misalnya, Anda dapat menggunakan kereta tua sebagai foreground, jalan tanah berliku sebagai middle ground, dan sebuah gudang berwarna merah menyala sebagai backgroud. Seorang petani yang sedang menuntun kuda dapat menjadi karakter atau subyek utama foto Anda. (Lepaskan sejumlah ayam di sekitarnya jika Anda butuh beberapa subyek pelengkap.) Sangat sedikit pemandangan alam tampak teratur rapi pada pandangan pertama, maka tugas utama Anda adalah menemukan sebuah tempat yang menguntungkan yang dapat menerjemahkan atau menyampaikan kepada penikmat foto apa yang menarik mata Anda pada pemandangan tersebut.

Sebuah foto landscape juga harus menangkap roh (spirit) dan mood dari suatu tempat. Bahkan sebelum Anda membidikkan lensa Anda ke sasaran, pikirkan sejenak, tanyakan diri Anda apa yang secara emosional tampak bagi Anda tentang dua hal itu (spirit dan mood). Apakah semburat kuning cahaya pagi yang menelusuk masuk di antara rerumputan kering di ladang? Warna, arah, kualitas, intensitas cahaya semuanya punya efek pada landscape. Atau apakah itu kabut sore yang melayang-layang di atas sungai. Cuaca dalam segala bentuknya dapat bekerja mengagumkan bahkan pada pemandangan yang sangat biasa sekalipun. (Fodors.com/EGP)


Editor :