Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:37 WIB
ANZ Belum Berencana Tambah Saham di Panin
Josephus Primus | Rabu, 10 Desember 2008 | 14:15 WIB
|
Share:

SURABAYA, RABU — Australia and New Zealand Banking Group Limited (ANZ) belum berencana menambah kepemilikan 30 persen sahamnya di Panin Bank meski ANZ menyatakan puas dan nyaman dengan kinerja salah satu bank nasional tersebut.
    
Hal itu diungkapkan CEO ANZ Indonesia yang juga Presdir PT ANZ Panin Bank Joseph Abraham kepada wartawan seusai pembukaan dua kantor cabang baru di Surabaya, Rabu (10/12).
    
"Selama bekerja sama dengan Panin Bank, kami cukup puas dengan kinerja dan pencapaian bisnisnya, tapi belum bisa memastikan soal rencana penambahan kepemilikan saham. Yang jelas, kami punya komitmen untuk melanjutkan investasi di Indonesia," katanya.
    
ANZ yang merupakan bank terbesar ketiga di Australia setelah National Australia Bank dan Commonwealth Bank telah masuk ke Indonesia sejak 1973.
    
Pada 1983 ANZ mendirikan perusahaan bank patungan dengan nama ANZ Panin Bank. Di bank tersebut, ANZ memiliki 85 persen saham dan sisanya PT Panin Bank Tbk.
    
Setelah mengetahui kinerja Panin Bank cukup bagus, perbankan asal Australia ini kembali membeli sekitar 30 persen saham Panin Bank. "Kami berani berinvestasi karena melihat kinerja Panin Bank cukup bagus dan prospektif. Untuk rencana penambahan saham baru, tunggu saja," katanya.
    
Dalam laporan kegiatan bisnis perbankan nasional yang dirilis per Desember 2007 menyebutkan bahwa Panin Bank tercatat sebagai bank ketujuh terbesar di Indonesia dari segi total aset dengan jumlah mencapai Rp 53,5 triliun.
    
Sementara itu, dari segi permodalan, Panin Bank tercatat sebagai bank kelima terbesar di Indonesia dengan angka sekitar Rp 7,9 triliun dan rasio kecukupan modal (CAR) lebih kurang 21,6 persen.
    
Abraham menambahkan, pihaknya terus berupaya melanjutkan investasi dalam layanan perbankan untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang signifikan di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

 

Sumber :
Ant