Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:39 WIB
Strategi Menjamu Wisatawan Malaysia
Lukas Adi Prasetyo | Jumat, 23 Januari 2009 | 19:02 WIB
|
Share:

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
Puluhan wisatawan mancanegara melintas di Jalan Kompol Suprapto, Yogyakarta, saat berkeliling kota menggunakan becak, Sabtu (15/11). Kekayaan budaya Kota Yogyakarta tetap menjadi daya tarik wisatawan mancanegara meskipun sejumlah negara memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia.

TERKAIT:

YOGYAKARTA, JUMAT — Insan pariwisata Yogyakarta perlu mengadakan survei terhadap wisatawan Malaysia. Sebab, ternyata wisatawan Malaysia sering ke Yogyakarta pada akhir pekan untuk berwisata belanja dan kuliner. Artinya, dengan survei, insan pariwisata Yogyakarta lebih menyelami apa yang diinginkan wisatawan Malaysia.

"Saya sengaja memerhatikan bahwa pada akhir pekan, ternyata banyak orang Malaysia ke Yogya. Mereka antara lain sering ke Ambarrukmo Plaza dan jalan-jalan. Dari logat bicaranya, kan kelihatan. Saya juga sering bertanya pada mereka," ujar peneliti ekonomi madya Bank Indonesia Yogyakarta, Ameriza M Moesa.

Ia mengatakan itu dalam Diskusi Prospek Pariwisata DIY 2009, Jumat (23/1), yang diadakan Keluarga Public Relations Jogja (Kapurel) di Ruang Cafe.

Menurut dia, karena diuntungkan dari aspek mata uang yang stabil dan kuat, orang Malaysia melihat bahwa berwisata ke Yogyakarta adalah murah. "Peluang ini mestinya ditangkap," ucapnya.