POTENSI wisata Jawa Barat tidak hanya Kota Bandung-nya saja dengan factory outlet serta wisata kuliner yang memang sudah tersohor. Jabar juga terkenal dengan keindahan alamnya. Panorama mengagumkan mulai pegunungan hingga pantai terbentang di sana.
Mungkin banyak wisatawan sebenarnya tertarik dan bertanya-tanya, bagaimana caranya menjelajah wilayah tersebut, terutama untuk perjalanan off-road? Soalnya, kebanyakan agen perjalanan hanya menawarkan lokasi wisata alam yang sudah umum dikenal.
Tangkubanparahu, Ciater, atau Lembang dengan jalan mulus, kendaraan nyaman, dan perjalanan lancar adalah beberapa contohnya. Bagi mereka yang tertarik, komunitas Land Rover di Kota Bandung menyediakan jasa pengantaran untuk wisatawan peminat tur off-road.
Sekretaris Land Rover Club Bandung (LRCB) Tahar Oesman mengatakan, anggota komunitas itu bersedia mengantar wisatawan melihat keindahan alam Jabar. Tarifnya bervariasi. Sebagai contoh, tarif rute Gunung Putri, Sukawana, sampai Parongpong, mulai Rp 750.000.
Tarif itu untuk setiap mobil berkapasitas tujuh penumpang per hari. Wisatawan bisa dijemput asalkan masih berada di Kota Bandung. Jika jaraknya jauh, tarifnya semakin tinggi. Jasa komunitas LRCB juga bisa digunakan dalam pembuatan film, iklan, dan acara televisi.
Menurut Anggota LRCB, Gani (30), penunjukan anggota LRCB dengan kendaraannya yang akan mengantar pengguna jasa, tergantung kesiapan masing-masing. Namun, tak perlu merisaukan kesiapan mereka bila dibutuhkan sewaktu-waktu sebab jumlah Land Rover di Bandung lebih dari 500 unit.
Jumlah itu merupakan yang terbanyak dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Bila pengguna jasa belum mengetahui lokasi menarik yang akan dituju, tak usah khawatir karena anggota LRCB juga bisa merekomendasikan tempat-tempat itu. Sekretariat LRCB terletak di Jalan Ciremay nomor 5 Bandung.
Penjelajah alam, Mamay (54), mengatakan, kenikmatan mengendarai Land Rover yaitu ketika menyusuri berbagai wilayah. Keindahan wilayah yang tak mungkin dijangkau dengan mobil biasa itu misalnya jalur dari Ciwidey, Kabupaten Bandung, menuju Rancabuaya, Kabupaten Garut.
"Pemandangan hamparan kebun teh dengan latar pergunungan hingga ke pantai tak dapat dijelaskan dengan kata-kata," ujarnya.
Kadang-kadang, para pengendara Land Rover itu hanya duduk sambil berbincang memandang senja atau fajar dan menghirup udara bersih di tenda kecil. Letih dan lapar menjadi hilang ketika menikmati panorama tersebut, berganti dengan kepuasan batin.
"Kalau ketemu warung, paling hanya ada singkong atau ubi. Tapi, untuk momen luar biasa seperti itu, kopi dan rokok saja sudah cukuplah," katanya.*


