MAGELANG, JUMAT - Jumlah wisatawan Candi Borobudur dipacu untuk terus bertambah minimal satu juta per tahun. Dengan upaya ini, maka pada tahun 2019, jumlah wisatawan candi Buddha terbesar di dunia tersebut sudah mampu mencapai 10 juta orang.
"Pada saat target tersebut tercapai, maka kami pun berharap 80 persen dari 10 juta pengunjung tersebut merupakan wisatawan mancanegara," ujar Direktur Pemasaran PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Agus H Canny, dalam jumpa pers di Hotel Manohara di kawasan wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (6/2).
Pada tahun 2008 saja, jumlah wisatawan candi sudah mencapai 2.237.717 orang, melampaui target yang ditetapkan sebesar 1.896.938 orang. Namun, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, hampir sembilan persen diantaranya adalah wisatawan domestik.
Agar lebih dikenal di mata dunia internasional, maka segala brosur tentang wisata Candi Borobudur nantinya akan dicetak dalam tiga bahasa yaitu Mandarin, Inggris, dan Jepang. Pembagian brosur ini akan dilakukan hingga ke mancanegara dalam berbagai ajang pameran. Selain itu, website PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko juga akan dikemas dalam enam bahasa yaitu bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman dan Belanda.
"Agar dapat menarik minat wisatawan asing, kami pun juga akan melakukan pendekatan dan melakukan promosi di sekolah internasional serta berbagai perusahaan PMA (penanaman modal asing) yang ada di Indonesia," paparnya.
Khusus untuk sekolah baik sekolah internasional dan domestik, Agus mengatakan, maka pada tahun ini, pihaknya mulai melakukan terobosan untuk menjadikan kunjungan Candi Borobudur sebagai kegiatan wajib bagi siswa-siswi setingkat SMP dan SMA. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional.
"Sebagai awalan, saat ini kami sudah mengirimkan 5.000 surat undangan untuk berkunjung ke Candi Borobudur ke berbagai sekolah di seluruh Indonesia," katanya.
Wisata malam
Untuk lebih meningkatkan gairah berwisata, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, tahun ini mulai merintis upaya pengembangan wisata malam di Candi Borobudur. Terkait hal ini, Agus menerangkan, pihaknya menggandeng kerjasama dengan seorang pakar teknologi multimedia dari Austria.
"Untuk kebutuhan pengembangan wisata malam tersebut, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, siap menyediakan dana sekitar Rp 1 miliar," terangnya. Kesepakatan dengan pakar teknologi multimedia itu bahkan sudah diwujudkan dalam bentuk penandatangan nota kesepahaman bersama di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Kamis (5/2).
Wisata malam tersebut direncanakan mulai berjalan awal tahun 2010. Acara itu nantinya akan diwujudkan dalam bentuk berbagai pementasan kesenian, dengan melibatkan masyarakat sekitar. Terkait dengan rencana tersebut, maka tahun ini akan dimulai berbagai langkah persiapan diantaranya dengan mengumpulkan berbagai data, survei, dan penelitian, untuk menemukan konsep acara yang cocok dan menarik minat pengunjung.


