Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:47 WIB
70.000 Wisatawan Italia Kunjungi Objek Wisata Indonesia
| Rabu, 3 Juni 2009 | 04:37 WIB
|
Share:

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Wisatawan mancanegara menikmati pemandangan di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Senin (19/1). Saat ini masyarakat memandang Kebun Raya Bogor sebagai tempat wisata, padahal fungsi utamanya adalah tempat konservasi dan penelitian tumbuhan.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 70 ribu wisatawan asal Italia mengunjungi objek wisata di Indonesia per tahun, kata Duta Besar (Dubes) Italia untuk Indonesia Roberto Palmieri.  "Wisatawan Italia datang ke Indonesia rata-rata mencapai 70 ribu per tahun. Mereka umumnya datang mengunjungi Pulau Bali," kata Palmieri di sela-sela peringatan hari kemerdekaan Italia di Kantor Kedubes Italia di Jakarta, Selasa (2/6) malam.
    
Menurut Dubes, objek wisata Bali sudah cukup di kenal di Italia, namun masih banyak objek wisata lainnya di Indonesia yang sebenarnya menarik, namun belum banyak yang mengunjungi. Dikatakan, hal itu disebabkan karena kurangnya promosi dan iklan mengenai objek-objek wisata selain Bali. Sekaitan dengan hal tersebut, ia mengimbau agar pihak pariwisata dan pelaku industri pariwisata lebih gencar lagi mempromosikan potensi wisata yang ada di daerahnya.
    
Mengenai kerja sama antara dua negara (Italia dan Indonesia), ia mengatakan, hingga saat ini terjalin dengan baik, karena kedua belah pihak memiliki kerangka politik luar negeri yang sama, yakni bebas namun tidak melupakan kepentingan nasional.  Sementara mengenai hubungan dua negara terkait dengan politik, tentara Indonesia dan Italia menjadi salah satu bagian dari pasukan PBB yang dikirim ke Lebanon pada 2006.
    
Khusus di bidang perdagangan, Palmieri mengatakan, hubungan perdagangan antara Italia dan Indonesia tetap berjalan dengan baik, meskipun sebagian negara Eropa termasuk Italia mengalami krisis finansial. Adapun barang yang diekspor ke Italia, Ketua Komisi Perdagangan Italia Dr Angelo Infresino yang didampingi staf seksi promosi perdagangan Kedutaan Italia, Yaniman S Lani, kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), garmen, tekstil dan sebagainya.
    
Sementara mata dagangan yang didatangkan dari Italia diantaranya alat-alat telekomunikasi, barang-barang furnitur dan sepatu.

Sumber :
Antara