Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:58 WIB
Kunjungan Wisman Tumbuh 1,53 Persen
Caroline Damanik | Jumat, 12 Juni 2009 | 15:28 WIB
|
Share:

LIN
Dirjen Pemasaran Departemen Budaya dan Pariwisata Sapta Nirwandar dalam keterangan pers 'Vote Komodo' di Depbudpar, Jumat (12/6).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun kondisi perekonomian global bergejolak, sektor pariwisata Indonesia pada kuartal pertama 2009 masih mampu tumbuh sekitar 1,53 persen. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Januari hingga April 2009 mencapai 1.893.155 orang.

"Ini menunjukkan bahwa industri pariwisata Indonesia cukup 'imun' terhadap dampak krisis ekonomi global yang saat ini tengah melanda dunia," ujar Dirjen Pemasaran Depbudpar Sapta Nirwandar dalam Media Gathering di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jumat (12/6).

Sapta menjelaskan pertumbuhan ini sebuah prestasi di tengah-tengah fakta bahwa sejumlah negara malah mengalami pertumbuhan negatif dalam sektor pariwisata. Pariwisata Singapura tumbuh negatif 11,8 persen, Thailand sebesar 19,69 persen dan Jepang sebesar 27,2 persen.

Sapta juga mengatakan jumlah wisman yang turun drastis berasal dari negara Korea Selatan sebesar 26 persen. "Namun sebenarnya, penurunan lebih disebabkan kondisi ekonomi dalam negeri Korsel akibat krisis global, ungkap Direktur Promosi Internasional I Gde Pitana.

Untuk mencapai target 6,5 juta wisman di akhir tahun 2009, Gde mengatakan Depbudpar akan mengupayakan berbagai promosi yang lebih taktis dan strategis dengan menggencarkan sales mission, penjualan paket wisata murah, promosi melalui media cetak dan elektronik serta meningkatkan frekuensi penyelenggaraan tam trip.

Fokus juga diarahkan ke tiga negara plus dan tiga negara minus untuk promosi pariwisata. Tiga negara plus yaitu Malaysia, Cina, dan Australia, sedangkan tiga negara minus, yaitu Korea, Jepang dan Singapura. "Pasar-pasar lain, seperti Eropa, kita maintain," tandas Gde.