Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:50 WIB
Wisata Sungai Diminati
| Sabtu, 8 Agustus 2009 | 05:07 WIB
|
Share:

Palembang, Kompas - Sungai Musi sampai sekarang masih menjadi salah satu tempat tujuan pariwisata favorit di Kota Palembang. Penggemar wisata sungai juga cukup banyak, yakni dari wisatawan domestik, wisatawan mancanegara, dan tidak kalah juga dari warga Palembang sendiri.

Pantauan Kompas, salah satu tempat berkumpulnya para pelaku usaha pariwisata sungai bersama wisatawan dan warga berada di Dermaga Bentang Kuto Besak (BKB). Di dermaga tersebut, ada sekitar tujuh perahu ketek yang lokasi parkirnya berdekatan dengan benteng bersejarah tersebut.

Untuk melakukan perjalanan wisata sungai, wisatawan domestik beserta warga bisa menyewa perahu ketek dengan harga sewa bervariasi. Apabila mau menyewa perahu sampai Pulau Kemaro, tarifnya Rp 60.000 hingga Rp 70.000, sedangkan bila hanya sekadar berkeliling melihat pemandangan sungai, tarifnya berkisar Rp 40.000.

Norman (33), warga Sekanak, mengatakan, setidaknya dua kali dalam seminggu dia bersama keluarga selalu menyempatkan berwisata ke Sungai Musi. Selain terkait dengan soal keterbatasan tujuan wisata yang terjangkau bagi masyarakat Palembang, berwisata mengelilingi Sungai Musi juga bisa meredakan kepenatan pikiran dari aktivitas rutin sehari-hari.

”Tempat favorit yang sering kami kunjungi adalah Pulau Kemaro. Kami biasa bersantai menikmati keheningan suasananya. Selain itu, kami sekeluarga senang melihat rumah rakit di kawasan Seberang Ulu,” katanya.

Tidak lengkap

Nora (43), wisatawan asal Bengkulu saat ditemui di kompleks BKB, mengatakan, Kota Palembang sejak dulu terkenal dengan pariwisata Sungai Musi.

”Maka kalau datang ke Palembang, jelas tidak lengkap rasanya kalau tidak berwisata mengelilingi Sungai Musi. Kali ini, saya hendak membuktikan ketenaran wilayah yang bernama Pulau Kemaro tersebut,” ujar Nora.

Pengamat ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi, mengatakan, sesungguhnya pemerintah belum memaksimalkan nilai ekonomi Sungai Musi, salah satunya dari aspek kepariwisataan.

”Saat ini bisa dilihat terjadi stagnasi alternatif tujuan pariwisata di Sungai Musi. Selain itu, fasilitas infrastrukturnya juga minim,” katanya. (ONI)