Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 12:44 WIB
Layanan Istimewa Garuda untuk Turis Jepang
Heru Margianto | Rabu, 2 September 2009 | 08:06 WIB
|
Share:

KOMPAS/ HARYO DAMARDONO
Garuda Indonesia kini mengoperasikan empat pesawat jenis Airbus 330-200, untuk melayani penerbangan rute jarak menengah seperti Jakarta-Tokyo, Jakarta-Jeddah, dan Jakarta-Sydney. Seiring perubahan pencitraan oleh Garuda, kini warna interior pesawat Airbus pun berubah menjadi coklat tua. Tampak pramugrari Garuda, berfoto di kabin kelas bisnis yang kursinya dapat rebah 180 derajat, Kamis (23/7) di Bandara Soekarno-Hatta.

TERKAIT:

DENPASAR, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia dalam upaya mengantisipasi lonjakan penumpang wisatawan dari Jepang ke Indonesia, khususnya Bali akan menerapkan proses imigrasi di pesawat (immigration on board).
     
"Tindakan tersebut dilakukan untuk mempercepat layanan imigrasi kepada wisatawan Jepang, sehingga setiba di bandara mereka tak sibuk lagi mengurus administrasi itu," kata General Manager PT Garuda Indonesia untuk Bali, Bagus Y. Siregar di Denpasar, Selasa (1/9).  
     
Ia mengatakan pemberlakuan imigrasi di pesawat akan mulai dicoba dan diterapkan 15 September 2009 mendatang, karena bulan ini warga Jepang memasuki puncak musim liburan.
     
"Layanan imigrasi di pesawat kepada wisatawan asal negeri sakura itu adalah upaya Garuda memberikan kemudahan imigrasi dan kenyamanan mereka menikmati liburan," ucapnya.
     
Petugas imigrasi akan melakukan layanan di dalam pesawat Garuda termasuk urusan Visa kunjungan singkat (VoA/Visa on Arrival). "Wisatawan tidak perlu lagi harus antre di loket imigrasi bandara karena semua urusan imigrasi diurus saat berada dalam pesawat," kata Bagus Siregar didampingi Manajer Pemasaran dan Penjualan Garuda untuk Bali, Gamma Mandala.
     
Langkah yang diambil Garuda bekerja sama dengan pihak Imigrasi kata Bagus Siregar, menjadi gebrakan di tengah-tengah sorotan masyarakat terhadap layanan imigrasi kurang baik.
     
"Banyak pihak selama ini mengeluhkan layanan imigrasi yang dinilai masih lambat. Terlebih saat terjadi penumpukan penumpang internasional, antrean bisa mencapai beberapa jam," katanya.
     
Dikatakannya, kunjungan wisatawan Jepang ke Bali merupakan pasar potensial, sehingga wajar diberikan pelayanan lebih. "Kita berupaya memberikan pelayanan kepada semua wisatawan yang berkunjung ke sini, salah satunya wisatawan dari Jepang," katanya.
     
Maskapai Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat besar untuk melayani rute Denpasar-Tokyo pulang pergi dengan jadwal penerbangan tiap hari.

Sumber :
Antara