Sabtu, 19 April 2014

/ Regional

Cakalang Fufu Bisa Tahan Sebulan

Jumat, 25 September 2009 | 19:19 WIB

Baca juga

MANADO, KOMPAS.com - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengembangkan pengolahan ikan cakalang fufu untuk memenuhi kebutuhan nasional. "Cakalang fufu yang menjadi komoditi andalan Sulut dikembangkan kualitasnya mampu bertahan hingga satu bulan sehingga bisa dipasarkan ke seluruh Indonesia," kata Human Resources Development(HRD) PT Celebes Minapratama, Servie Kilis, di Manado, Jumat (25/9).
    
Menurut Servie, bentuk cakalang fufu selain tetap mempertahankan yang sudah ada sekarang, juga mengembangkan bentuk lain agar lebih menarik pasar. "Produk cakalang fufu yang ada sekarang hanya bertahan beberapa hari saja, makanya sudah dilakukan survei bagaimana meningkatkan daya tahan dengan waktu lebih panjang," kata Servie.
    
Kendati mampu bertahan awet hingga sebulan,  produk perikanan tersebut dalam proses pengolahannya menggunakan bahan pengawet ramah lingkungan. "Pengawet digunakan dari bahan alami yang teknologinya diadopsi dari Jepang. Makanya dijamin cakalang fufu yang dihasilkan tersebut terhindar dari bahan berbahaya bagi kesehatan," kata Servie.
    
Servie mengatakan, permintaan ikan cakalang fufu Sulut sangat tinggi di Indonesia, terlihat dari minat turis domestik ketika datang di Sulut selalu mencari produk ini.
    
Ikan cakalang fufu produksi Sulut dengan cita rasa sangat khas yang tidak mungkin didapatkan dari produk perikanan daerah lain, ini menjadi salah satu indikator untuk penetrasi pasar lebih luas.
    
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Janny Rembet, mengatakan, cakalang fufu telah menjadi "ikon" daerah. "Industri pembuatan cakalang fufu banyak terdapat di Sulut, bila pasar terbuka lebar maka akan menciptakan peluang pemasaran ke depan," kata Janny.
    
PT Celebes Minapratama yang berlokasi di Kota Bitung merupakan pemenang penghargaan Primaniyarta dari pemerintah untuk kategori UMKM ekspor karena mampu berproduksi secara kontinyu dan mengoptimalkan seluruh bahan baku ikan menjadi produk bernilai ekonomis tinggi. 

 


Editor :
Sumber: