Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:27 WIB
Festival Malioboro Jadi Ikon Baru Yogyakarta
Heru Margianto | mbonk | Rabu, 7 Oktober 2009 | 10:01 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Seorang kusir andhong wisata menunggu penumpang di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Rabu (30/7). Andong adalah alat transportasi tradisional di Yogyakarta dan menjadi salah satu aset pariwisata.

TERKAIT:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Festival Malioboro yang akan digelar 6-8  November 2009 diharapkan menjadi ikon pariwisata Yogyakarta. "Festival Malioboro akan lebih menarik dan memiliki warna lain dibandingkan beberapa kegiatan pariwisata lainnya di Yogyakarta," kata Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tazbir, di Yogyakarta, Selasa (6/10).    

Ia mengatakan, DIY memiliki kekayaan  wisata budaya dan  aneka ragam  objek wisata yang  tidak ada di wilayah lain  di Indonesia sehingga Festival Malioboro diharapkan menjadi ikon wisata baru di Yogyakarta.
        
Menurut dia, untuk membangun citra kota wisata, Dinas Pariwisata Provinsi DIY sudah merencanakan menggelar serangkaian program kegiatan pariwisata pada  2009 dan 2010. "Pemerintah daerah akan memperbanyak kegiatan pariwisata untuk lebih mengenalkan nama Yogyakarta," katanya.
      
Panitia pelaksana Festival Malioboro, Novel dari Kirana Organizer  mengatakan selain mengedepankan "performance art" dengan sentuhan edukasi budaya, festival ini  juga akan didominasi konfigurasi batik sebagai simbol budaya adiluhung Indonesia khususnya masyarakat Yogyakarta.
    
"Yogyakarta berkepentingan ikut melestarikan  warisan budaya batik sehingga batik tidak hanya menjadi  suguhan wisata tetapi sebuah komoditas  ekonomi yang laku dijual kepada para wisatawan," katanya.
   
Ia optimistis penyelenggaraan Festival  Malioboro 2009 yang digelar Dinas  Pariwisata DIY akan menjadi atraksi wisata budaya yang menarik wisatawan karena dalam acara itu dilibatkan  seniman dan budayawan termasuk komunitas sanggar budaya di Yogyakarta.
    
"Festival ini akan menjadi reinkarnasi  wisata budaya khususnya Malioboro masa lalu, saat ini dan   masa mendatang," katanya.

Sumber :
Antara