Selasa, 28 Maret 2017

Travel

TAG
  • #Bromo
  • #Ridho Rhoma
  • #Pramuka
  • #Adinda Thomas

Giriloyo, Membatik dan Menikmati Desa

Berita Terkait

Yogyakarta, KOMPAS.com - Sentra kerajinan batik tulis di Giriloyo, Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai disiapkan menjadi desa wisata bersama sentra kerajinan kulit Dusun Pucung, Desa Wukirsari.
     
"Untuk mengawali sebagai desa wisata, saat ini sekitar sepuluh rumah warga di Giriloyo disiapkan sebagai penginapan wisatawan yang berkunjung ke desa itu," kata ketua paguyuban perajin batik tulis Giriloyo Nur Ahmadi di Bantul, Rabu (6/1/2010).
     
Ia mengatakan, setiap libur panjang akhir pekan dan libur hari besar keagamaan, sentra ini mulai dikunjungi banyak wisatawan nusantara (wisnus). Mereka selain berwisata, juga berbelanja batik tulis produk perajin setempat.
     
"Oleh karena itu, dengan menyediakan rumah warga sebagai penginapan wisatawan, diharapkan mereka lebih lama tinggal di Giriloyo, apalagi sebagian besar wisatawan datang dari luar DIY," katanya.
     
Menurut dia, sedikit atau banyak jumlah wisatawan yang mengunjungi sentra kerajinan batik tulis di daerah ini, bagi para perajin setempat merupakan sesuatu yang menggembirakan, karena itu berarti Giriloyo mulai dikenal masyarakat luas.
     
"Setiap masa liburan berapa pun jumlah wisatawan yang mengunjungi Giriloyo tetap disambut gembira para perajin batik setempat," katanya.
     
Ia mengatakan untuk mengantisipasi kemungkinan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke sentra kerajinan batik Giriloyo, pihaknya menawarkan paket wisata berupa rekreasi keliling dusun dan belajar membatik dengan instruktur para perajin setempat.
     
"Selain itu, kami juga menyiapkan sajian makanan dan minuman tradisional khas Imogiri yaitu wedang uwuh dan pecel kembang turi. Dengan sajian ini, diharapkan wisatawan dapat menikmati suasana pedesaan khas Giriloyo," katanya.
     
Untuk mendukung pemasaran batik tulis Giriloyo, pihaknya berharap banyak kegiatan promosi dengan mengikutsertakan perajin dalam setiap pameran, baik di tingkat DIY maupun nasional.
     
Selain itu, kata dia, dengan menyelenggarakan pameran sendiri di gazebo sentra kerajinan batik tulis Giriloyo juga diharapkan bisa mengenalkan secara langsung batik tulis produksi setempat.
     
"Kami akan bekerja sama dengan Balai Pengembangan Bisnis DIY untuk menggelar pameran batik di gazebo sentra kerajinan batik tulis Giriloyo setiap tiga bulan sekali," katanya.
     
Selama ini, menurut dia, gazebo batik Giriloyo digunakan untuk proses produksi 12 kelompok perajin batik setempat.

Editor : mbonk