Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 14:07 WIB
Java Promo
Peningkatan Wisatawan Ditargetkan 15 Persen
| Kamis, 4 Februari 2010 | 11:40 WIB
|
Share:

SLEMAN, KOMPAS -  Java Promo, wadah promosi pariwisata bersama 15  kabupaten/kota di DIY dan Jawa Tengah, menargetkan peningkatan 15  persen kunjungan wisatawan pada tahun 2010. Caranya, menggiatkan promosi baik di dalam maupun di luar negeri.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Pelaksana Harian Java Promo  Julisetiono Dwi Wasito dalam Musyawarah Umum Java Promo yang digelar di Sleman, Rabu (3/2). "Kami targetkan juga pada 2011 mendatang, kunjungan wisatawan ke 15 kabupaten/kota anggota Java Promo melampaui rekor tertinggi pada tahun 2004 lalu," kata Juli.

Pada tahun 2004 tercatat 12,4 juta wisatawan asing dan lokal mengunjungi lebih dari 100 obyek wisata yang dimiliki anggota Java
Promo. Namun, sejak bencana gempa bumi DIY pada 2006, jumlah itu merosot drastis menjadi hanya 7,7 juta orang.

Secara bertahap, kunjungan wisatawan berhasil ditingkatkan setiap tahun hingga mencapai 11,5 juta pada 2009 lalu. "Jumlah itu hampir
mencapai kunjungan wisatawan sebelum gempa," kata Juli.

Harapannya, jumlah wisa-tawan tersebut berhasil dilampaui pada tahun 2011. Caranya, melalui  kerja sama antardaerah.

Dari 15 anggota itu, penyumbang wisatawan terbesar adalah Sleman dan Yogyakarta, sebagai motor utama industri pariwisata DIY-Jateng. Lalu disusul tiga kabupaten lain di DIY ditambah Boyolali, Kebumen, Klaten, Temanggung, Kabupaten dan Kota Magelang, Wonosobo, Purworejo, Karanganyar, serta Kabupaten Semarang.

Wahana ideal

Sekretaris Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan  Pariwisata Noviendi Makalam  mengatakan, wadah kerja sama seperti Java Promo itu merupakan wahana ideal, khususnya mengatasi masalah batas administratif antarkabupaten/kota yang mengekang perkembangan pariwisata.

"Sejak era otonomi daerah, kecenderungan pengelolaan pariwisata berjalan sendiri-sendiri di tiap daerah. Padahal, pariwisata tidak bisa dikotak-kotakkan," kata dia.

Noviendi mengatakan, ke depan Java Promo diharapkan tidak hanya terbatas pada kegiatan promosi saja, melainkan juga menjadi
pengelola destinasi pariwisata bersama. "Hal tersebut akan lebih mengefektifkan perkembangan kepariwisataan di daerah," ujar dia.

Konsep baru

Konsep tersebut sejalan dengan program Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, yakni mendorong pembentukan wahana kerja sama serupa di daerah lain dalam konsep destination management organization (DMO)."Sepanjang 2010-2014 kami targetkan bisa terbentuk 15 DMO di beberapa daerah tujuan wisata di Indonesia, seperti Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Riau," ujarnya.
Selain promosi bersama, DMO akan berfungsi sebagai pengelola destinasi wisata yang terdapat di beberapa kabupaten/kota maupun
antarprovinsi. Tujuannya menyatukan dan menciptakan keterpaduan obyek wisata serta sarana pendukungnya. (ENG)