Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 14:25 WIB
Rp 313,5 Miliar untuk Kembangkan Destinasi Pariwisata
| made | Selasa, 23 Februari 2010 | 16:21 WIB
|
Share:

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Pekerja melepaskan rantai penahan batu kemuncak di Candi Nandi, kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, yang telah selesai dipugar, Selasa (6/1). Candi yang rusak akibat gempa tahun 2006 tersebut dipugar dalam waktu lima bulan dengan biaya Rp 760 juta.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) dijatah Rp 313,5 miliar khusus untuk mengembangkan dan meningkatkan daya saing destinasi pariwisata pada 2011. "Jumlah itu meningkat dibanding tahun ini yang dipatok Rp 141,50 miliar," kata Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kembudpar Firmansyah Rahim, di Jakarta, Selasa (23/2/2010).

Jumlah itu meningkat dibanding tahun ini yang dipatok Rp 141,50 miliar.

Menurut Firman, jumlah itu akan menjadi pagu indikatif yang dapat dijadikan acuan tiap tahunnya hingga 2014 mendatang.

Alokasi pendanaan yang dianggarkan untuk mengembangkan destinasi pariwisata Tanah Air tercatat sebesar Rp 313,5 miliar untuk 2011, Rp 347,50 miliar untuk 2012, Rp 302,50 miliar untuk 2013, dan Rp 276,50 miliar untuk 2014.

Pihaknya sendiri saat ini sedang menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) untuk memantapkan pola perencanaan dan pengembangan dengan unit teknis agar destinasi pariwisata Indonesia memiliki daya saing global.

Rakernis tersebut berlangsung selama tiga hari, 23-25 Februari 2010 di Jakarta, dan diikuti oleh 150 peserta dari pusat, daerah, hingga lintas sektoral. "Langkah yang harus kita ambil, di antaranya kita minimal akan mengembangkan 10 daya tarik tujuan wisata Indonesia," katanya.

Menurut dia, tujuan wisata Indonesia harus meningkat melalui adanya konsolidasi dalam hal aksesibilitas baik transportasi dalam negeri maupun mancanegara.

Pihaknya ditugaskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan infrastruktur kepariwisataan dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan 20 persen.

Beberapa strategis yang dilakukan, di antaranya, mengembangkan daerah yang memiliki daya tarik meskipun belum memiliki infrastruktur yang memadai, mendorong produk tujuan wisata yang bernilai jual tinggi, meningkatkan investasi, memberdayakan masyarakat, dan merevitalisasi kelembagaan termasuk sinergi antar-pemangku kepentingan.

Sumber :
Antara