Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 14:26 WIB
Kalla: Majukan Pariwisata, Contoh Singapura!
PURI | made | Selasa, 23 Februari 2010 | 16:44 WIB
|
Share:
Kompas/Ichwan Susanto
Para penari Asmat, Papua, Jumat (10/10), menampilkan tarian penyambutan para tamu yang berkunjung ke Pesta Budaya Asmat di Agats. Pesta tahunan ke-25 ini diisi dengan pertunjukan tarian, demo pembuatan ukiran, dan lelang hasil karya seni masyarakat.
Foto:

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wapres Jusuf Kalla mengatakan, untuk membangun kawasan Indonesia timur, sektor pariwisata dapat dijadikan salah satu sektor andalan. "Kawasan Indonesia timur memiliki potensi keindahan alam dan keunikan lokal yang luar biasa. Ini merupakan salah satu kekuatan dari kawasan tersebut dan bisa dijadikan media untuk membangun sektor pariwisata. Saya kira, sektor pariwisata salah satu sektor andalan yang bisa membangun kawasan Indonesia timur," katanya di Jakarta, Selasa (23/2/2010).

Jangan lagi hanya mengandalkan segala sesuatu yang sifatnya given.

Namun, menurut JK, untuk membangun sektor pariwisata kawasan Indonesia timur seharusnya jangan hanya mengandalkan potensi pariwisata yang bersifat given. "Jangan lagi hanya mengandalkan segala sesuatu yang sifatnya given, kekayaan alam yang memang sudah terbentuk dari sananya. Tapi, cobalah membuat segala sesuatu yang sifatnya di-create untuk menarik perhatian dunia kepada pariwisata kita, khususnya di wilayah Indonesia timur," kata JK yang juga Ketua Umum PMI itu.

JK mencontohkan dengan Singapura. Ia menilai Singapura adalah salah satu negara yang dapat dijadikan panutan dalam hal kemajuan sektor pariwisata. "Kita dapat mencontoh Singapura. Singapura bukan negara dengan potensi kekayaan alam yang bagus seperti Indonesia, tapi telah berhasil meng-create obyek-obyek wisata yang luar biasa hingga menarik perhatian dunia, seperti hospital tourism, Sentosa Island, dan lainnya. Saya rasa kita juga bisa meng-create hal-hal semacam itu untuk mengembangkan sektor pariwisata Indonesia timur. Dengan begitu, diharapkan sektor ekonomi masyarakat Indonesia timur juga tumbuh dan tidak lagi tertinggal," katanya.