JAKARTA, KOMPAS.com — Program Vote Komodo memerlukan dukungan dana promosi sekurang-kurangnya Rp 65 miliar dari APBN-P 2010. "Program Vote Komodo sulit berjalan kalau tidak ada dukungan dana promosi dari APBN-P 2010," kata Kepala Biro Perencanaan dan Hukum Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turman Siagian, Jumat (14/5/2010) di Jakarta.
Ia mengatakan, saat ini aturan baru Vote Komodo menggariskan bahwa voter dari negara asing (luar Indonesia) memiliki nilai vote yang lebih tinggi ketimbang voter dari dalam negeri.
Oleh karena itu, pihaknya memerlukan dukungan dana promosi agar masyarakat di negara lain melakukan vote untuk Taman Nasional Komodo di Indonesia. "Dana promosi yang kami butuhkan Rp 65 miliar khusus untuk Vote Komodo, tetapi yang tercantum dalam program sekitar Rp 10 miliar," katanya.
Turman menegaskan, akan sangat sulit memenangkan Komodo dalam Vote New Seven Wonders of Nature bila tidak ada dukungan dana promosi.
Menurut Turman, bila Taman Nasional Komodo yang saat ini menjadi finalis New Seven Wonders of Nature sukses menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia versi alam, maka akan sangat besar multiplier effect yang timbul khususnya dari sisi promosi pariwisata. Nama Indonesia akan dikenal oleh masyarakat di seluruh dunia dan berpotensi mendatangkan lebih banyak wisman ke Tanah Air.
Kemenbudpar tahun ini mengajukan tambahan dana melalui APBN-P 2010 sebesar Rp 213 miliar yang dialokasikan untuk sejumlah program prioritas yang belum teranggarkan.
Tahun ini, Kemenbudpar mendapat alokasi dana sebesar Rp 1,6 triliun dalam APBN 2010. "Kami masih menunggu kepastian APBN-P 2010 karena masih banyak program prioritas yang belum teranggarkan, khususnya untuk Vote Komodo," kata Turman.
Pengumuman New Seven Wonders of Nature yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga swasta di Eropa itu akan dilaksanakan pada 2011.
