Jumat, 25 April 2014

/ Travel

Indonesia-Turki Sepakat Bebas Visa

Selasa, 29 Juni 2010 | 20:28 WIB

Baca juga

ANKARA, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Turki sepakat untuk membebaskan visa kunjungan kedua negara untuk mendorong kunjungan wisata di masing-masing negara. Hal tersebut dikatakan oleh Presiden Turki Abdullah Gull dalam keterangan pers bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seusai melakukan pembicaraan bilateral di Istana Kepresidenan Turki di Ankara, Selasa (29/6/2010).

Presiden Gull mengatakan, saat ini maskapai penerbangan Turki juga membuka penerbangan dari Jakarta menuju Istanbul dan demikian juga sebaliknya sehingga bisa menjadi pintu gerbang masyarakat Asia ke Eropa dan demikian juga sebaliknya.

Kerja sama bebas visa kunjungan adalah salah satu dari delapan kesepakatan yang ditanda tangani kedua kepala negara. Presiden Gull mengatakan, "Kunjungan Presiden Yudhoyono ke Turki bukan semata-mata simbolis, melainkan lebih pada memiliki peran dan arti penting," katanya.

Seusai pertemuan bilateral di antara kedua pemimpin negara, keduanya menyaksikan penandatanganan kerja sama di bidang politik, industri pertahanan, industri kecil dan menengah, kebudayaan, transportasi, tenaga kerja, program bersama peningkatan investasi, serta program pertukaran berita antara TVRI dan televisi Turki.

Nota kesepakatan itu dari pihak Indonesia masing-masing ditandatangani oleh Menlu Marty Natalegawa, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menperin MS Hidayat, Menbudpar Jero Wacik, Menhub Freddy Numberi, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Kepala BKPM Gita Wirjawan, dan Direktur Pemberitaan TVRI Yon Anwar.


Editor : Tri Wahono
Sumber: