KUPANG, KOMPAS.com - Warga pedesaan di Kabupaten Rote Ndao, wilayah paling selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan perairan Australia yang belum mendapat pelayanan listrik dari PT PLN, minta kepada pemerintah untuk membantu listrik tenaga surya.
Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur Somy Pandie dari Partai Damai Sejahtera yang baru kembali dari melakukan kunjungan ke kabupaten paling selatan Indonesia itu mengatakan, warga sangat membutuhkan listrik tenaga surya, terutama pulau-pulau terluar seperti Dana.
"Dalam dialog dengan masyarakat di desa-desa dan pulau terluar, umumnya masyarakat minta pemerintah membantu listrik tenaga surya, karena tidak mungkin bisa dilayani listrik dari PLN," katanya.
Permintaan ini bisa dipahami karena warga merasa cemburu tidak dilayani listrik PLN.
"Dengan listrik tenaga surya, mereka bisa menonton televisi, anak-anak bisa belajar lebih mudah dan ibu-ibu pun bisa melakukan kegiatan pada malam hari seperti menganyam tikar dan memintal benang untuk tenun ikat," katanya.
Selama ini, warga pedesaan hanya bisa menggunakan lampu teplok pada malam hari, sehingga tidak banyak kegiatan produktif yang bisa dilakukan untuk menghasilkan uang. Sesudah makan malam, warga di desa-desa biasanya sudah ke peraduan, lantaran tidak ada penerangan yang bisa membantu mereka melakukan kegiatan produktif.
Menurut dia, banyak hasil pertanian dan hasil laut bisa diolah pada malam hari, namun itu tidak bisa dilakukan, karena tidak ada penerangan yang memadai.
Akibatnya, banyak waktu yang terbuang untuk kegiatan yang bisa mendatangkan uang bagi peningkatan pendapatan keluarga seperti memasak nira lontar menjadi gula merah lempeng atau cair.
Warga pesisir di pulau-pulau kecil, juga hanya bisa bekerja pada siang hari ketika berada di rumah. Membelah ikan untuk dijadikan ikan asin misalnya, tidak bisa dilakukan pada malam hari, atau pekerjaan lain seperti mengikat tali untuk bibit rumput laut yang hanya bisa dilakukan pada siang hari.
Lagi pula, dari segi keadilan sosial, warga desa yang tidak mendapat pelayanan listrik dari PLN merasa tidak memperoleh keadilan sosial dalam pelayanan.
Keluhan warga desa di Kabupaten Rote Ndao ini, katanya, sepatutnya mendapat perhatian pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat, karena selain berkaitan dengan keadilan sosial, juga karena Rote Ndao adalah wilayah perbatasan yang perlu mendapat perhatian khusus.
