MANADO, KOMPAS.com — Masyarakat Minahasa Utara dan Manado mengaku kecewa dengan PLN karena listrik masih sering padam, padahal PLN berjanji tidak ada lagi pemadaman setelah 30 Juni 2010.
"Saya kecewa sekali dengan pelayanan PLN, masa listrik belum juga bagus. Sudah tarif naik, masih suka mati lampu," ujar Slamet Widodo, warga Paniki Baru, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara, Senin (5/7/2010).
Slamet mengatakan, pemadaman ini berlangsung pada hari kelima kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10 persen.
Kekecewaan warga Paniki Baru tersebut muncul menyusul terjadinya pemadaman listrik yang berlangsung Minggu malam pukul 18.30 sampai 20.30 Wita.
Apalagi lampu sempat menyala dan mati beberapa kali dalam hitungan detik yang dapat menyebabkan kerusakan barang-barang elektronik.
"Nyala seperti kilat lalu mati lagi dan ini berlangsung sampai dua kali. Ini kan berbahaya untuk barang elektronik milik kami," katanya.
Pemadaman tidak hanya terjadi di Kecamatan Talawaan, tetapi juga di Mapanget, Manado. Bahkan, warga Mapanget sangat menyesalkan pemadaman yang mendadak tersebut.
"Matinya cukup lama, sekitar dua jam. Menyedihkan memang, sudah hujan mati lampu lagi. Benar-benar miris," kata Max Wowiling, warga Paniki 2, Mapanget.
Kekecewaan juga dirasakan jemaat GMIM Logos, Perum Kilu Permai, yang tengah makan malam seusai peresmian rumah pendeta di perumahan tersebut.
Masih seringnya mati lampu dinilai pemerhati ekonomi Sulut, Daniel Sondakh, menunjukkan ketidaksiapan PLN dalam meningkatkan kepuasan terhadap pelanggan.
Padahal, kebijakan kenaikan TDL seharusnya diimbangi dengan membaiknya pelayanan kepada konsumen. Salah satunya dengan tidak ada lagi pemadaman yang tidak tepat waktunya.
"Dari awal saya menilai belum layak pemerintah menaikkan tarif dasar listrik karena PLN belum bisa memberikan pelayanan standar minimal," katanya.
Manager Komunikasi PT PLN Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Sulutenggo) JW Dimpudus mengatakan, saat ini di Sulut tidak ada pemadaman listrik bergilir.
Sejumlah pembangkit listrik di wilayah tersebut dalam keadaan siap sehingga tidak dilakukan pemadaman listrik secara bergilir.
"Kemungkinan terjadinya pemadaman listrik beberapa jam di wilayah tersebut karena ada gangguan jaringan listrik sehingga harus diperbaiki," katanya.
