Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 15:49 WIB
Penerbangan Ambon-Darwin Dijajaki
| I Made Asdhiana | Selasa, 6 Juli 2010 | 17:03 WIB
|
Share:
KOMPAS/BUDI SUWARNA Dua bocah melompat ke laut di pantai Liang, di Ambon, yang jernih dan tenang, Minggu (28/3/2010). Pantai Liang adalah salah satu pantai berpasir putih yang banyak dikunjungi orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia dan Australia segera menjajaki pembukaan jalur penerbangan baru dari Ambon ke Darwin setelah pelaksanaan Sail Banda 2010. "Target kita setelah Sail Banda ini akan ada jalur penerbangan langsung yang melayani Ambon ke Darwin," kata Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Aji Sularso, di Jakarta, Selasa (6/7/2010).

Saya yakin setelah Sail Banda akan banyak yang tertarik datang berwisata maupun berinvestasi di wilayah Maluku.
-- Aji Sularso

Pelaksanaan ajang tahunan Sail Banda yang kali ini mengambil tempat di Ambon, menurut Aji, merupakan langkah Pemerintah Indonesia untuk mengabarkan pada dunia internasional bahwa Ambon telah kembali aman pascakerusuhan tahun 1999.

Pembangunan berbagai infrastruktur untuk mendukung pelaksanaan Sail Banda ini akan menjadi modal untuk mengundang investasi asing di wilayah timur Indonesia. "Saya yakin setelah Sail Banda akan banyak yang tertarik datang berwisata maupun berinvestasi di wilayah Maluku dan Ambon. Dan penerbangan Ambon ke Darwin akan semakin membuka peluang peningkatan devisa," katanya.

Menurut Aji, kemungkinan besar masing-masing Pemerintah Daerah (Pemda) atau Pemerintah Kota (Pemkot), baik Ambon maupun Northern Territory, akan menyubsidi penerbangan tersebut dalam beberapa bulan operasional.

Aji melanjutkan, terkait Sail Banda, maskapai penerbangan Garuda Indonesia juga telah menambah frekuensi penerbangannya dari Jakarta ke Ambon. Jalur penerbangan baru lain yang dikembangkan adalah Ambon ke Banda Neira dengan maskapai penerbangan Buana Air. "Sudah ada penerbangan tiga kali seminggu, besok kemungkinan dibuat setiap hari dalam satu minggu," katanya.

Rp 160 Miliar

Sekretaris Ditjen PSDKP, Ansori Zawawi mengatakan dalam pelaksanaan Sail Banda 2010, pemerintah mengeluarkan anggaran hingga Rp 160 miliar. Dan pengeluaran terbesar untuk pembangunan infrastruktur, diantaranya perbaikan dan pembuatan jalan, jembatan, renovasi bandara, pelabuhan umum dibenahi.

"Perbaikan rumah ibadah dan pusat kesehatan di Ambon, Maluku, dan pulau-pulau sekitar pascakerusuhan juga menyedot dana besar dalam Operasi Bakti Surya Baskara Jaya," katanya.

Operasi Bakti Surya Baskara akan menyentuh Pulau Buru, Kota Ambon (Negeri Mamala, Negeri Morela, Negeri Liang, Negeri Waai, Negeri Tulehu, Negeri Hutumuri), Masohi Pulau Seram, Pulau Banda.

Sumber :