Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 01:39 WIB
WISATA
Kelebihan Kalsel, Ya Wisata Sungai!
| I Made Asdhiana | Rabu, 28 Juli 2010 | 15:09 WIB
|
Share:
KOMPAS/AGUS SUSANTO Warga transaksi hasil kebun di pasar terapung muara Sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (22/5/2010). Muara Sungai Kuin yang dulu identik dengan pasar terapung yang dipenuhi sampan, kini berkurang dan digantikan aneka toko swalayan di darat layaknya kota besar lainnya di Indonesia.

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Anggota DPRD Kalimantan Selatan, H Hasymi Fadillah Akbar mengatakan, wisata sungai bisa menjadi salah satu ciri khas kepariwisataan di Provinsi Kalimantan Selatan. Hal itu dikemukakan anggota Partai Golkar bersama dengan Ibnu Sina dari PKS menanggapai upaya mencari ciri khas kepariwisataan Kalsel, Selasa (27/7/2010).

Kalau menjual panorama alam, mungkin keindahan alam Kalsel tidak sebanding dengan Bali dan Sumatera Barat.
-- Hasymi

Menurut Hasymi, ciri khas kepariwisataan Kalsel perlu guna lebih menarik perhatian dan kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara. "Dengan kekhasan itu pula kita bisa lebih fokus dalam pembangunan, pengembangan dan pembinaan kepariwisataan daerah yang pada gilirannya mampu memberi daya tarik tersendiri bagi wisawatan," katanya.

"Kalau menjual panorama alam, mungkin keindahan alam Kalsel tidak sebanding dengan Bali dan Sumatera Barat (Sumbar), jadi harus punya ciri khas kepariwisataan tersendiri," lanjutnya.

Ibnu Sina berpendapat, sungai dengan ciri kehidupan budaya air dari orang Banjar, Kalsel sejak tempo dulu akan bisa menjadi daya tarik wisatawan asalkan ditata atau dikelola secara lebih baik.

Sebagai contoh keberadaan Pasar Terapung di Muara Sungai Kuin/Sungai Barito Banjarmasin yang sudah terkenal hingga ke mancanegara ke depan bisa jadi kurang menarik bila tidak ditata dan dikelola dengan lebih baik lagi. "Pasar Terapung yang menggambarkan salah satu tradisi budaya kehidupan air tersebut kian tahun makin terkikis atau tergusur oleh kemajuan zaman dan teknologi," kata Ibnu Sina.

Guna lebih memberi daya tarik wisatawan, menurut Hasymi, perlu penataan kawasan mengingat di sekitar Pasar Terapung banyak terdapat penggergajian kayu tradisional dan semimekanik. "Di kawasan penggergajian seperti di wilayah Alalak mungkin perlu dibangun sebuah sentra industri kayu yang dipadukan dengan industri kerajinan yang menjadi ciri khas produk Kalsel," katanya.

Selain itu, bagaimana cara memotivasi atau mengajak warga yang tinggal di bantaran sungai agar belakang rumah/bangunan tidak menjorok ke sungai dan membuat  rumah dengan dua muka (depan rumah/bangunan) seperti masa lalu sebelum ada ruas jalan.

"Hal yang terpenting, bagaimana agar masyarakat tidak lagi membuang limbah atau kotoran ke sungai terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan bantaran sungai," tambah Hasymi.

Sumber :