Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 01:49 WIB
SBY Batal Diberi Karangan Bunga
| Ignatius Sawabi | Selasa, 3 Agustus 2010 | 09:58 WIB
|
Share:

AMBON, KOMPAS.com — Dua penerjun payung dari TNI AU batal menyerahkan karangan bunga  kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono pada puncak acara  "Sail Banda 2010" karena hujan mengguyur Kota Ambon, Provinsi Maluku, sejak Selasa subuh.      Karangan bunga berisikan pataka Sail Banda itu awalnya dijadwalkan dibawa dua dari 10 penerjun yang sebenarnya telah siap melakukan atraksi di udara, selanjutnya diserahkan di lokasi perhelatan di dermaga Yos Sudarso Ambon.      Koordinator acara panitia lokal "Sail Banda 2010", Cak Saimima, membenarkan adanya pembatalan acara tersebut karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan.      "Jadi atraksi terjun payung dan pesawat Sukhoi tergantung kondisi cuaca. Sekiranya siang hari (Selasa) tidak hujan lagi, maka atraksi di udara itu tetap dilaksanakan karena warga Kota Ambon dan sekitarnya mendambakan peristiwa langka pesawat Sukhoi dengan kecepatan tinggi itu menghiasi udara di sini," ujarnya.      Saimima memastikan acara lainnya tetap dilaksanakan sesuai jadwal karena lokasi perhelatan puncak Sail Banda telah didesain dengan mengantisipasi kemungkinan hujan.      "Jadi Presiden SBY pada puncak Sail Banda tetap menyerahkan bantuan renovasi Masjid  Raya Alfatah serta Gereja Maranatha dan Santo Paulus, menandatangani sampul pertama prangko Sail Banda, meninjau ke kapal USNS Mercy, KRI Soeharso, dan menyaksikan perahu-perahu peserta.      Saimima menilai Sail Banda strategis untuk meyakinkan dunia internasional bahwa Maluku benar-benar telah aman sehingga semua komponen bangsa bertekad menyukseskannya dengan memelihara stabilitas keamanan dan mewujudkan sapta pesona.      Dia mengatakan, suguhan seni dan budaya khas Maluku akan memeriahkan puncak Sail Banda. "Kami telah menyiapkan suguhan seni dan budaya pada puncak Sail Banda berlokasi di Dermaga Yos Sudarso Ambon dengan penyanyi legendaris Maluku, Zeth Lekatompessy, melantukan lagu 'Rinduku Padamu' cipatan Presiden SBY pada 2006," ujar Saimima.      Sedangkan hingga jamuan makan malam kepada peserta dan tamu dijadwalkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, disuguhi seni dan budaya khas Maluku.      Saimima mengatakan, tarian tadisional seperti Zamra, Parisa, dan Pukul Sapu dimeriahkan musik  tradisional totobuang juga bisa disaksikan para peserta dan tamu, termasuk turis asing yang menyaksikan Sail Banda dengan pesertanya dilepas dari Darwin, Northern Teritorry, dijadwalkan pada 24 Juli .       "Suasana akan semarak dengan 2010 obor dibakar sepanjang pesisir pantai di Teluk Dalam Ambon berbarengan dengan diluncurkannya 2010 perahu kecil mainan dengan lilin kecil," katanya sambil menambahkan, para peserta dan tamu juga disuguhi pergelaran pakaian khas daerah Maluku.      Sail Banda 2010 berdasarkan keputusan Presiden SBY lokasinya di Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Kota Ambon, dan Tiakur, ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).      Hanya saja oleh panitia lokal Sail Banda lokasi di Tiakur dialihkan ke Kisar, ibu kota pemerintahan sementara MBD yang merupakan jadwal terakhir Sail Banda, yakni peringatan HUT ke-65 RI.      Kisar merupakan salah satu pulau terluar di MBD yang secara geografis dekat dengan Timor Leste.

Sumber :
ANT