Rabu, 3 September 2014

/ Travel

Dua Bagian Candi Borobudur Bocor

Selasa, 21 Desember 2010 | 10:31 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Dua bagian pada dinding langkan dan lantai tiga Candi Borobudur bocor akibat rembesan air hujan serta kurang berfungsinya saluran drainase di lantai candi. Balai Konservasi Peninggalan Borobudur menambal bagian yang bocor dengan lapisan aspal dan lempeng timah hitam.

Menurut Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Marsis Sutopo, Senin (20/12/2010), kebocoran rawan menimbulkan penggaraman pada batuan. Kandungan garam dan mineral lain dapat merusak batuan candi. Dua bagian yang bocor berada di sisi barat daya dan barat laut candi. ”Sebenarnya ada beberapa bagian yang rusak. Saat ini tinggal dua bagian. Tahun 2011 kami harapkan perbaikan selesai,” kata Marsis di Magelang, Jawa Tengah.

Kebocoran itu terjadi sebelum letusan Gunung Merapi. Namun, Marsis mengakui, tak tertutup kemungkinan abu dan pasir Merapi berdampak terhadap kebocoran lain. Pasir dan abu yang masuk ke sela batuan candi dapat menutup saluran drainase sehingga air merembes ke dinding.

Selain itu, cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan kerusakan terhadap candi. Perubahan cuaca mempercepat batuan keropos.

Setelah sempat ditutup selama hampir dua bulan, Senin kemarin candi terbesar di Indonesia itu dibuka lagi untuk pengunjung. Namun, pengunjung hanya boleh naik sampai lantai tujuh, yaitu di bawah lantai tertinggi (arupadhatu). Saat letusan Merapi, pengunjung hanya boleh mengunjungi candi sampai di lantai undak atau lantai satu.

”Kami sangat senang, akhirnya bisa naik candi ini. Kami menunggu 24 jam agar bisa naik. Sudah lama kami berharap bisa ke candi ini dan naik di atasnya. Selama ini hanya tahu dari internet,” kata Wellington Cardoso, wisatawan asal Brasil yang datang bersama istrinya, Cecilia.

Koordinator Kelompok Kerja Dokumentasi dan Publikasi Balai Konservasi Borobudur Yudi Suhartono mengatakan, pelarangan pengunjung naik ke lantai tertinggi Borobudur adalah untuk menghindari kerusakan lebih jauh di lantai itu. Saat ini masih ada aktivitas perbaikan di stupa terbesar. Selain itu, rangkaian stupa Borobudur adalah bagian yang paling rentan rusak akibat material letusan Merapi lalu. (HAN)


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: