Sabtu, 30 Agustus 2014

/ Travel

Tsunami

PLTD Apung, Kapal yang Jadi Obyek Wisata

Minggu, 20 Februari 2011 | 07:38 WIB

ACEH, KOMPAS.com - Tujuh tahun pasca tsunami hebat, Pemerintah Provinsi Aceh terus berbenah di segala sektor. Tak terkecuali sektor pariwisata. Kini, pemerintah tengah giat mempromosikan pariwisata Aceh dalam program Visit Aceh 2011 .

Pariwisata apa yang ditawarkan? Salah satu objek wisata di Tanah Rencong itu yakni PLTD Apung di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Objek wisata itu berupa kapal besar di tengah kota yang memperlihatkan betapa dasyatnya terjangan air laut pada 24 Desember 2004.

Kapal dengan panjang 63 meter dan berat 2.600 ton itu terhempas air laut hingga 4 kilometer dari lokasi awal di Pelabuhan Ulee Lheu. Kapal yang awalnya menghasilkan listrik 10,5 megawatt itu menghancurkan bangunan yang dilewati lalu berhenti diatas satu unit rumah dan pemakaman.

Iwan (30), salah satu warga setempat menceritakan, 11 pegawai di dalam kapal sebelum tsunami. Selain itu, belasan warga asik memancing dari atas kapal. "Terus air datang seret itu kapal. Terombang-ambing lah. Kapal sempat miring. 10 kru sama semua warga loncat. Satu kru yang tak ikut loncat selamat. Dari 10 kru yang loncat, cuma satu yang selamat. Kalau warga tak tahu berapa yang selamat," terang dia.

Iwan dan puluhan warga di sekitar lokasi mengelola objek wisata yang mulai "dijual" selama tiga tahun terakhir. Mereka akan menceritakan tentang PLTD Apung dan kronologis tsunami dengan segala dampaknya tanpa tarif khusus. Pengunjung dapat memasukkan uang seiklasnya ke kotak yang ditaruh diatas kapal seusai menikmati pemandangan dari atas kapal.

Apa saja yang terlihat dari atas kapal? Pengunjung dapat melihat deretan Bukit Barisan, deretan rumah yang baru dibangun, serta laut dikejauhan. Kita juga bisa melihat kerusakan pagar kapal setelah menghantam daratan. Saat ini, pengunjung belum diperbolehkan masuk ke dalam ruangan-ruangan di dalam kapal.

Dijelaskan Iwan, pemerintah terus menata objek wisata itu. "Tanah disekitar ini sudah dibeli, jalan menuju sini diperbaiki. Rencananya kapal akan dicat semua. Ruang-ruang di kapal akan dijadikan museum yang memamerkan foto-foto, film tentang tsunami. Sekarang ini kapal belum diapa-apakan, cuma dikasih tangga sama mesin pembangkit listriknya dipindahkan," terang dia.

Taman Edukasi Tsunami

Tepat disamping kapal, dibagun taman untuk anak-anak korban tsunami bermain serta menghilangkan trauma. Di sekitar taman, berdiri satu bangunan yang berisi catatan sejarah serta foto-foto dampak tsunami. Total luas lahan objek wisata itu sekitar dua hektare.

Bagi Anda yang ingin membawa buah tangan jangan khawatir. Tak jauh dari situ terdapat toko penjual souvernir seperti kaos, tas, sandal, kemeja, dan berbagai asesoris khas Aceh. Harga bervariasi mulai dari lima ribu rupiah hingga seratusan ribu rupiah.


Editor : A. Wisnubrata