Jumat, 31 Oktober 2014

/ Travel

Wisata Thailand

Menyusuri Sungai Chao Phraya

Selasa, 24 Mei 2011 | 17:50 WIB

KOMPAS.com  — Selain kemegahan kota dan candi-candinya yang agung, Bangkok juga terkenal akan sungainya yang legendaris, Sungai Chao Phraya. Sungai ini menjadi sarana transportasi yang vital sejak kota Bangkok didirikan tahun 1782.

Sungai Chao Phraya merupakan pertemuan empat sungai kecil, Ping, Wang, Yom, dan Nan, di daerah Nakhon Sawan yang berada di wilayah utara Thailand. Panjang Sungai Chao Phraya diperkirakan mencapai 300 kilometer hingga bermuara di Teluk Thailand. Sepintas sungai ini mirip dengan Sungai Musi di Kalimantan.

Sungai Chao Phraya berfungsi mulai dari untuk irigasi, pasar terapung, hingga tulang punggung transportasi penduduk di sekitar melalui kanal-kanal yang ada. Kanal-kanal tersebut terhubung hingga ke kampung-kampung hingga suatu waktu kota ini dijuluki sebagai Venesia di Timur.

Dari pusat kota, Anda bisa mencapai Sungai Chao Phraya dengan kereta dalam kota seperti monorel yang dikelola oleh Bangkok Transit System (BTS). Tiketnya seharga 20 bath (1 bath sekitar Rp 300). Dalam waktu singkat, Anda bisa mencapai dermaga sungai.

Bila menginap di kawasan backpacker, Khao San Road, Anda cukup berjalan kaki sekitar 30 menit menuju tepi sungai melewati taman kota dan juga istana raja, The Grand Palace, yang memang berdiri megah di pinggir sungai.

Atau Anda bisa mengagendakan berlayar di Sungai Chao Phraya setelah mengunjungi Kuil Wat Pho atau Temple of Sleeping Buddha yang terletak di samping The Grand Palace. Di dalam kuil ini terdapat patung Buddha bersepuh emas berukuran raksasa sepanjang 46 meter dan tinggi 15 meter.

Ketika berkunjung ke Bangkok, akhir Mei lalu, saya memilih menyusuri Sungai Chao Phraya dengan tourist boat, semacam bus air yang bisa menampung puluhan penumpang. Namun, ada berbagai pilihan kapal, mulai dari perahu berukuran kecil, sedang, hingga kapal cruise yang ber-AC untuk wisatawan berduit.

Di siang hari kita bisa menikmati berbagai hal dari atas perahu karena berbagai obyek wisata menarik terletak di pinggiran Sungai Chao Phraya yang memang membelah kota Bangkok ini. Walaupun airnya berwarna kecoklatan, sungainya relatif bersih dari sampah.

Deretan hotel bintang lima, seperti JW Marriott, Shangri-La, Royal Orchid Sheraton, atau Mandarin Oriental, berada di sekitar sungai. Belum lagi berbagai gedung kampus, gedung teater, dan museum nasional.

Para pelancong juga bisa memilih paket pelayaran untuk bisa mampir sejenak di Kuil Wat Arun yang terkenal itu. Kuil yang memiliki pagoda dengan tinggi sekitar 80 meter ini sangat cantik dilihat pada saat matahari akan terbenam.

Ada berbagai jenis paket pelayaran yang ditawarkan. Ada yang beberapa jam, ada pula yang sampai setengah hari dengan harga bervariasi 20-150 bath. Bila mengambil paket, Anda akan dibawa mengunjungi beberapa obyek wisata menarik.

Sungai Chao Phraya juga bisa dinikmati pada malam hari. Bahkan, Anda bisa merasakan kemewahan makan malam all you can eat alias prasmanan di atas sungai dengan merogoh kocek sekitar 1.300 bath.

Pada malam hari, pemandangan yang tersaji tentu lebih indah lagi karena temaram cahaya lampu yang terpantul di sungai menimbulkan perasaan romantis.


Editor : I Made Asdhiana