Jumat, 25 April 2014

/ Travel

Tower of London, Benteng Berkisah Seram

Rabu, 1 Juni 2011 | 11:43 WIB

Baca juga

SAAT saya menuliskan kunjungan ke Tower Bridge yang dikenal dengan nama London Bridge disebut adanya sebuah kastil tua. Ya inilah salah satu tujuan wisatawan apabila berkunjung ke London. Nama kastil atau lebih tepat benteng tinggi bermenara sekarang dikenal dengan nama Tower of London.

Bentuknya yang seperti benteng-benteng penguasa raja-raja lama memang sangat klasik. Ada benteng di sudutnya yang bundar, mengingatkan akan film misalnya Robin Hood dimana bangunan bundar itu benteng. Di bagian atas ada sela-sela untuk pengawal dan di sekelilingnya terdapat jendela. Coba perhatikan lagi pasti banyak orang ingat akan film-film klasik jaman kerajaan di Eropa.

13062775851407729815

Tower of London masih terlihat kokoh meski sudah satu abad lebih usianya

 

Bangunan tua yang mungkin sudah satu abad ini masih dirawat dan dipelihara serta dijaga agar tidak tergerus arus modernisasi. Benteng inilah yang juga banyak menceritakan kepada para pengunjungnya mengenai kisah-kisah seram, mengerikan dan memilukan serta tindakan-tindakan kejam raja-raja Inggris dahulu.

Dalam berbagai kisah yang dituturkan dalam lawatan kedalam benteng ini muncul kengerian dimana era raja-raja dahulu tidak seperti digambarkan dalam dongeng, indah dan berkesan. Kisah sebenarnya, hari ini ratu, besok lusa bisa kepalanya dipenggal karena kalah persaingan atau karena sang raja cemburu.

Kisah paling banyak dikenal di Inggris adalah pemenggalan Ratu Anne Boleyn, Queen of England (1507- 1536). Anne Boleyn sendiri merupakan isteri kedua Raja Henry VIII.  Dia menceraikan isterinya Katherine of Aragon, pecah dengan Roma dan dikucilkan karena mencintai Anne. Namun dasar raja yang punya kekuasaan, gelora cintanya padam kepada Anne lalu jatuh cinta kepada Jane Seymour.

13062777721232042891

Konon Ratu Elizabeth I juga pernah merasakan menjadi tahanan di Tower ini

 

Akibatnya Anne malah dituduh subversi, berselingkuh dan intim dengan sesama kerabatnya George Boleyn, Lord Rochford. Raja lalu menjatuhkan putusan kepada bekas isterinya dan Ratu Inggris ini dengan hukuman mati dipenggal kepalanya 19 Mei 1536.

Waktu saya berkunjung ke kastil ini pemandu wisata memang banyak bercerita mengenai siapa saja yang pernah tinggal di sini. Dan siapa saja yang dijadikan tahanan di tempat ini serta dieksekusi. Dengan kata lain terkesan bahwa Tower of London sebagai penjara dan tempat eksekusi.

Ini bisa dipahami karena Henry VIII (1509-1547) yang menjadikan tempat tinggal kediaman resminya pecah dengan Gereja Roma sehingga dia menjadi pemimpin kerjaaan dan pemimpin agama yang sekarang menjadi Gereja Anglikan.

Oleh karena itulah maka ada beberapa tokoh agama yang dipenjarakan seperti Bishop Fisher of Rochester, Sir Thomas More dan dua isteri Henry termasuk Anne.

13062778261736716310

Tower of London tampak masih kokoh, saksi sejarah kelam raja-raja di Inggris

 

Kalau diurutkan siapa saja yang menjalani hukuman pancung di tempat ini mulai dari dari keluarga kerajaan William Hastings, 13 Juni 1483, Boleyn 19 Mei 1536, Margaret Pole, Countess of Salisbury 27 Mei 1541, Catherine Howard 13 Februari 1542, Jane Boleyn, Viscountess Rochford 13 Februari 1542, Lady Jane Grey Queen of England (1537–1554) dipancung 12 Februari 1554, Robert Devereux 2nd Earl of Essex 25 Februari 1601.

Saya tidak dapat membayangkan dalam kurun waktu satu abad terjadi persaingan begitu sengit antar anggota kerajaan dan penguasa saat itu sehingga putusannya sampai dipenjara dan dipancung, sesuatu yang sangat tabu di Inggris saat ini.

Tidak hanya dipancung, Tower of London ini memang terkenal sebagai penjara elit saat itu. Mereka tewas tidak hanya karena disiksa tetapi juga dibakar dan ditenggelamkan. Saya melihat sendiri ada penjara dekat Sungai Thames yang konon sebagian tawanan dicemplungkan kedalam air sampai mati. Selain nama keluarga kerajaan, terdapat nama-nama lain seperti Thomas Cromwel (1540), Sir Walter Raleigh yang dipenjara selama 13 tahun lalu dieksekusi tahun 1618 serta sebelumnya King Baliol of Scotland (1296).

Bahkan dalam situs resminya Tower of London disebutkan pula bahwa berbagai literatur tentang Menara London ini dipenuhi dengan tulisan soal penjara dan tempat eksekusi.

Bahkan saat Perang Dunia I dan II pun tempat ini dijadikan lokasi eksekusi dan penjara. Antara tahun 1914 sampai 1916 beberapa mata-mata ditahan dan kemudian dihukum mati termasuk Franz Buschmann.

Eksekusi terakhir di Tower of London ini dialami orang Jerman Josef Jakobs tahun 1941 bersamaan dengan penahanan yang berlangsung sebentar terhadap Wakil Hiter, Rudolf Hess.

13062781792134387671

Keberadaan pemandu dan penjaga Tower of London ini menjadi daya tarik kastil menyeramkan ini

 

Kembali ke sejarah Tower of London ini, peletak pertama benteng ini adalah William the Conqueror (1066-1087). Namun  Edward the Confessor meninggal tahun 1066 tanpa punya putra mahkota sehingga terjadi perebutan tahta. Saudara sepupu Edward, Harold Godwinson langsung diangkat menjadi raja namun William, Duke of Normandy juga mengklaim punya hak bertahta.

Kemudian setelah pendirian itu pada masa damai, Menara London ini diperkuat dan diperluas. Tahun 1350 bangunannya menjadi sebuah benteng kuat yang dapat dilihat jejaknya sampai sekarang.

Richard the Lionheart (1189-1199) yang setelah berkuasa lalu langsung meninggalkan Inggris untuk melancarkan Perang Salib ke Jerusalem. Tower ini ditinggalkan dan dititipkan ke Chancellor, William Longchamp namun ditantang oleh John. Menara ini dikepung sampai lemah karena kehilangan amunisi dan logistik sehinggga Longchamp menyerah. Namun Richard tahun 1194 pulang kembali dan John mengemis agar dimaafkan sehingga kemudian disebut sebagai calon pengganti Richard.

Selama menjadi Raja, John dalam kurun 1199-1216 sering tinggal di Tower of London ini dan mungkin menjadi raja pertama yang memelihara singa dan hewan liar lainnya. Pemandu biasanya bercerita mengenai hewan-hewan peliharaan raja yang ada di kastil ini.  Sebenarnya sejarah perebutan kekuasaan masih terus berlangsung sehingga Tower ini dikenal sebagai ajang penjara dan tempat eksekusi.

Yang menarik sekarang adalah para wisatawan menikmati kastil yang kalau menoleh ke belakang amat menyeramkan. Mungkin bulu kuduk merinding bagaimana ratu yang menguasai Inggris itu akhirnya mati dipancung.

Sekarang tentu banyak pengunjung mengagumi Tower of London ini dari sisi historis serta bumbu-bumbu kisah mengerikan menjadi salah satu bahan cerita pemandu tatkala berkeliling Tower of London. Lumayan juga bisa setengah hari berkeliling di dalam untuk kemudian menikmati makan siang di pinggir Sungai Thames seraya menikmati indahnya London Bridge. Agaknya pengunjung mungkin ingin segera melupakan kisah-kisah seram di dalam Tower of London dan ingin menikmati liburan mereka seraya membuat rencana melihat-lihat lagi sisi bangunan dan tempat bersejarah di kota tua ini.

Sumber: http://www.kompasiana.com/asepsetia


Editor : I Made Asdhiana