Minggu, 23 November 2014

/ Travel

Melihat Makam Murid Yesus di India

Selasa, 16 Agustus 2011 | 10:13 WIB

KOMPAS.com- Kalau Anda berkunjung ke jantung Tamil di Kota Madras (kini dikenal dengan nama Chennai), India, jangan sampai Anda melewatkan National Shrine of Santo Thomas Basilica di kawasan San Thome di Mylapore. Apalagi jika Anda beragama Katolik atau Nasrani.

Kawasan bersejarah itu berjarak sekitar 25-an kilometer dari Bandara Chennai. Pasalnya, di situlah salah satu dari 12 murid Yesus Kristus dimakamkan sebagai martir.

Santo Thomas meninggal setelah ditombak karena menjadi penginjil selama 20 tahun setelah penyaliban dan kematian Yesus Kristus di Kayu Salib Bukit Golgota. Ia datang ke kawasan tersebut pada tahun 52 Masehi untuk menyebarkan ajaran kasih dalam iman Nasrani. Namun, ia akhirnya tewas dan dimakamkan di sana pada tahun 75.

Tempat penginjilannya kemudian didirikan gereja oleh Portugis pada tahun 1892, dan dibangun kembali oleh Inggris pada tahun 1896. Di dalam kompleks gereja tua itu, terdapat makam Santo Thomas.

Letak makam Santo Thomas di lantai dasar di salah satu ruang di belakang gereja, yang dilengkapi dengan kapel untuk berdoa. Di atas makam Santo Thomas terdapat museum untuk menggambarkan keberadaan Santo Thomas dan menyimpan sejumlah barang peninggalan dan rekliwi atau benda-benda suci peninggalan sejarah agama Katolik. Di antaranya tujuh batu dengan motif HIS, yang berarti Yesus.

Ada juga lukisan besar yang menggambarkan Santo Thomas tengah berdoa. Namun, di belakang tubuhnya, tampak seseorang siap menghujamkan tombak.

"Jangan ambil foto," ujar petugas berpakaian polisi melarang wartawan Kompas Suhartono mengambil gambar di ruang museum, Senin (15/8) sore kemarin. Namun, di kapel bawah,  lokasi makam Santo Thomas, justru tidak ada penjaganya meskipun tetap ada larangan memotret atau merekam gambar video. Beberapa pengunjung pun menyempatkan diri mengambil foto kapel dan makam Santo Thomas.

Pada saat hendak masuk ke Gereja Santo Thomas Basilika, Kompas juga tidak bisa karena tengah berlangsung kebaktian. Halaman parkir juga hampir penuh karena mobil sewaan para turis maupun jemaat yang beribadah. Seorang wanita tua yang menjadi jemaat di gereja tersebut tampak terpekur seraya berdoa di depan makam Santo Thomas. Air matanya meleleh di pipinya di tengah-teng-tengah suasana kunjung.


Editor : Marcus Suprihadi