Melihat Makam Murid Yesus di India - Kompas.com

Melihat Makam Murid Yesus di India

Kompas.com - 16/08/2011, 10:13 WIB

KOMPAS.com- Kalau Anda berkunjung ke jantung Tamil di Kota Madras (kini dikenal dengan nama Chennai), India, jangan sampai Anda melewatkan National Shrine of Santo Thomas Basilica di kawasan San Thome di Mylapore. Apalagi jika Anda beragama Katolik atau Nasrani.

Kawasan bersejarah itu berjarak sekitar 25-an kilometer dari Bandara Chennai. Pasalnya, di situlah salah satu dari 12 murid Yesus Kristus dimakamkan sebagai martir.

Santo Thomas meninggal setelah ditombak karena menjadi penginjil selama 20 tahun setelah penyaliban dan kematian Yesus Kristus di Kayu Salib Bukit Golgota. Ia datang ke kawasan tersebut pada tahun 52 Masehi untuk menyebarkan ajaran kasih dalam iman Nasrani. Namun, ia akhirnya tewas dan dimakamkan di sana pada tahun 75.

Tempat penginjilannya kemudian didirikan gereja oleh Portugis pada tahun 1892, dan dibangun kembali oleh Inggris pada tahun 1896. Di dalam kompleks gereja tua itu, terdapat makam Santo Thomas.

Letak makam Santo Thomas di lantai dasar di salah satu ruang di belakang gereja, yang dilengkapi dengan kapel untuk berdoa. Di atas makam Santo Thomas terdapat museum untuk menggambarkan keberadaan Santo Thomas dan menyimpan sejumlah barang peninggalan dan rekliwi atau benda-benda suci peninggalan sejarah agama Katolik. Di antaranya tujuh batu dengan motif HIS, yang berarti Yesus.

Ada juga lukisan besar yang menggambarkan Santo Thomas tengah berdoa. Namun, di belakang tubuhnya, tampak seseorang siap menghujamkan tombak.

"Jangan ambil foto," ujar petugas berpakaian polisi melarang wartawan Kompas Suhartono mengambil gambar di ruang museum, Senin (15/8) sore kemarin. Namun, di kapel bawah,  lokasi makam Santo Thomas, justru tidak ada penjaganya meskipun tetap ada larangan memotret atau merekam gambar video. Beberapa pengunjung pun menyempatkan diri mengambil foto kapel dan makam Santo Thomas.

Pada saat hendak masuk ke Gereja Santo Thomas Basilika, Kompas juga tidak bisa karena tengah berlangsung kebaktian. Halaman parkir juga hampir penuh karena mobil sewaan para turis maupun jemaat yang beribadah. Seorang wanita tua yang menjadi jemaat di gereja tersebut tampak terpekur seraya berdoa di depan makam Santo Thomas. Air matanya meleleh di pipinya di tengah-teng-tengah suasana kunjung.

EditorMarcus Suprihadi
Terkini Lainnya
Kemenko Kemaritiman Tinjau Destinasi Wisata di Lombok, Ada Apa?
Kemenko Kemaritiman Tinjau Destinasi Wisata di Lombok, Ada Apa?
News
Sate Kambing Muda Masyhudi, Langganan Rhoma Irama
Sate Kambing Muda Masyhudi, Langganan Rhoma Irama
Food Story
Menikmati Indahnya Lanskap Ambarawa Naik Kereta Tua
Menikmati Indahnya Lanskap Ambarawa Naik Kereta Tua
Travel Story
Kenapa Kampung Melayu Tak Mau Disamakan dengan Betawi?
Kenapa Kampung Melayu Tak Mau Disamakan dengan Betawi?
Travel Story
Mengenal Sambal Terasi dari Bangka dan Lombok
Mengenal Sambal Terasi dari Bangka dan Lombok
Food Story
Ini Lokasi Asli dari Lukisan pada Uang Seribu Rupiah
Ini Lokasi Asli dari Lukisan pada Uang Seribu Rupiah
Travel Story
Asal-usul Leluhur dan Alasan Penyebutan Kampung Melayu
Asal-usul Leluhur dan Alasan Penyebutan Kampung Melayu
Travel Story
Seperti Apa Tren Kuliner Indonesia di Mata Anak Muda?
Seperti Apa Tren Kuliner Indonesia di Mata Anak Muda?
Travel Story
Mengintip Koleksi Buku Bung Karno di Blitar
Mengintip Koleksi Buku Bung Karno di Blitar
Travel Story
Sungai Jernih Sekaligus Taman Cantik, Ada di Yogyakarta
Sungai Jernih Sekaligus Taman Cantik, Ada di Yogyakarta
Travel Story
Melancong ke Candi Pawon, Jangan Lupa Minum Kopi Luwak
Melancong ke Candi Pawon, Jangan Lupa Minum Kopi Luwak
Food Story
Mitos Air Terjun dengan Kekuatan Menyembuhkan di Kulonprogo
Mitos Air Terjun dengan Kekuatan Menyembuhkan di Kulonprogo
Travel Story
Siapa Sangka, Ini Dia Asal-usul Taman Topi di Bogor
Siapa Sangka, Ini Dia Asal-usul Taman Topi di Bogor
Travel Story
Atraksi Terbaru di Seoul, Jembatan Layang Khusus Manusia
Atraksi Terbaru di Seoul, Jembatan Layang Khusus Manusia
Travel Story
Gabungan Taco dan Seblak, Bagaimana Rasanya?
Gabungan Taco dan Seblak, Bagaimana Rasanya?
Food Story

Close Ads X