Jumat, 19 Desember 2014

/ Travel

Pernikahan

"Royal Wedding" Yogya Jadi Paket Wisata

Jumat, 19 Agustus 2011 | 13:17 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Ternyata tak hanya Kerajaan Inggris yang menghelat royal wedding dan mampu menarik wisatawan untuk melihat pernikahan tersebut. Sebentar lagi, Yogyakarta pun akan menyaksikan royal wedding putri Sultan Hamengku Buwono X.

Royal wedding atau pernikahan keluarga keraton akan digelar pada 18 Oktober. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta akan berupaya mengemas pelaksanaan Jogja Java Carnival menjadi satu paket wisata dengan royal wedding.

"Waktunya berdekatan, dan karena itu, kami sedang berusaha agar keduanya bisa dikemas dalam satu paket wisata," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Yulia Rustiyaningsih di Yogyakarta, Kamis (18/8/2011). Jogja Java Carnival 2011 dengan tema "Magniworld" akan berlangsung pada 22 Oktober.

Menurut Yulia, apabila kedua kegiatan tersebut dapat dikemas dalam satu paket wisata, hal itu sangat berpotensi mendatangkan wisatawan dalam jumlah yang cukup banyak ke Kota Yogyakarta.

Yulia mengatakan, Jogja Java Carnival 2011 merupakan puncak peringatan hari ulang tahun Kota Yogyakarta nanti. Ia memprediksi acara tersebut akan dikunjungi sekitar 25.000 wisatawan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta berharap pada 2011 jumlah wisatawan yang datang bisa tetap dipertahankan atau mungkin lebih banyak.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Ulang Tahun Ke-255 Kota Yogyakarta Ferry Astono menuturkan, kegiatan tahunan tersebut akan digelar untuk keempat kalinya. Ia harap acara berlangsung meriah, apalagi akan ada lomba peserta karnaval.

"Tahun ini, Jogja Java Carnival mengambil tema keajaiban dunia. Kami berharap tema itu semakin meneguhkan bahwa Yogyakarta bisa menjadi rumah seni dunia. Yogyakarta adalah tempat untuk mencurahkan ekspresi seni dan budaya," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto menyebutkan, konsep dalam Jogja Java Carnival 2011 adalah pesta karnaval untuk semua warga. Namun, lanjutnya, roh Yogyakarta sebagai lahan ekspresi seni dan budaya tetap dipertahankan.

"Substansi yang ingin dibangun adalah menjadikan Jogja Java Carnival sebagai puncak dari piramida rumah seni untuk masyarakat Yogyakarta, sekaligus ikon pariwisata dan potensi ekonomi yang besar," katanya.

Herry menjelaskan, Jogja Java Carnival 2011 akan tetap mempertahankan konsep karnaval malam hari. Selain delapan kendaraan yang menampilkan sejumlah bangunan keajaiban dunia, pawai kesenian dari beberapa negara dan daerah di Indonesia juga akan memeriahkan.

Menurut Herry, akan ada pawai pendukung yang dilakukan kelompok kesenian dari kelurahan-kelurahan di Kota Yogyakarta. Adapun kelompok kesenian dari luar negeri yang menyatakan akan hadir antara lain dari Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan China.


Editor : A. Wisnubrata
Sumber: