Sabtu, 1 November 2014

/ Travel

Lebaran 2011

Pernak-pernik Khas Bali Bersiap Sambut Turis

Sabtu, 27 Agustus 2011 | 19:39 WIB

Berita Terkait

DENPASAR, KOMPAS.com — Bali selalu menjadi destinasi wisata favorit para wisatawan lokal selama libur Lebaran. Para perajin Bali pun bersiap menyambut kedatangan mereka dengan menyuguhkan pernak-pernik unik buatan masyarakat setempat.

"Pengusaha sudah siap dengan aneka barang kerajinan yang bernilai seni unik dengan harga terjangkau bagi sebagian besar masyarakat pelancong dalam dan luar negeri  yang berlibur di Bali," kata Jro Suma, pengusaha aneka kerajinan Bali di Denpasar, Jumat (26/8/2011).

Ia mengatakan, perajin Bali sejak lama mempersiapkan aneka barang kerajinan uniknya untuk menyambut Lebaran. Berbagai macam bentuk dan ukuran yang variatif telah dirancang, dan cocok untuk dijadikan sebagai kenang-kenangan khas Bali.

"Mereka itu tentu akan memerlukan pernak-pernik kerajinan Bali sebagai barang koleksi sendiri ataupun oleh-oleh kepada teman-temannya yang belum pernah ke Pulau Dewata," katanya.

Harga pernak-pernik Bali yang diproduksi itu seperti kalung, gelang, bros, dan sabuk yang dibuat sesuai selera anak muda. Di samping itu, dibuat juga berbagai jenis bingkai foto dari bahan kerang, album foto, dompet, ataupun tempat HP yang merupakan hasil tangan-tangan kreatif para perajin Bali.

Made Dirga, seorang perajin lainnya, menyebutkan, aneka barang kerajinan Bali sudah lama menjadi daya tarik bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Bahkan, tak jarang barang buatan para perajin dipesan dalam jumlah banyak untuk dijual kembali di negeri asalnya. Sebab, lanjutnya, sekitar lima dari seratus turis asing datang berlibur ke Bali adalah pebisnis.

Berdasarkan catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, sedikitnya ada 17 jenis barang kerajinan masyarakat Bali yang menjadi dagangan ekspor. Seperti halnya kerajinan berbahan baku kayu, perhiasan perak, anyaman bambu, perabotan rumah tangga dari rotan, dan beberapa lainnya mampu menghasilkan devisa hingga 99,5 juta dollar AS selama Januari-Juni 2011.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Latief
Sumber: