Sabtu, 20 September 2014

/ Travel

Kapal di Atas Rumah, Objek Wisata di Lampulo

Rabu, 7 September 2011 | 05:46 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Gampong Lampulo di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, menjadi desa wisata. Masyarakat setempat menyatakan kesiapan mereka untuk menjadikan kawasan tersebut desa wisata.

"Selain kesiapan masyarakatnya, Gampong Lampulo juga memiliki sejumlah objek wisata layak jual," kata Geuchik (kepala desa) Lampulo Alta Zaini di Banda Aceh, Selasa (6/9/2011).

Ia menuturkan kesiapan masyarakat menjadikan Lampulo sebagai gampong wisata bisa dilihat dari sikap ramah dalam menyambut kedatangan para wisatawan.

Sebelumnya, lanjutnya, Pemerintah Kota Banda Aceh telah menetapkan Gampong Lampulo sebagai desa wisata guna mendukung program tahun kunjungan Banda Aceh 2011.

Salah satu objek wisata yang paling terkenal di Lampulo adalah kapal di atas rumah. Objek wisata itu merupakan saksi bisu sejarah bencana alam gempa dan tsunami 26 Desember 2004.

"Kapal kayu nelayan itu terdampar di atas rumah warga usai tsunami menerjang. Lebih 100 wisatawan dalam dan luar negeri berkunjung ke kapal di atas rumah tersebut setiap harinya," katanya.

Selain itu, katanya, ada juga objek lainnya, seperti wisata pancing, kampung nelayan, dan sejumlah industri rumah tangga yang mendukung sektor pariwisata.

Ia mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke Lampulo bisa mendapatkan beragam produk khas Aceh hasil industri rumah tangga para korban tsunami.

"Ikan kayu khas Aceh maupun produk perikanan lainnya hingga bordir Aceh bisa menjadi suvenir wisatawan. Semuanya produksi masyarakat Lampulo," katanya.

Sementara, Kepala Biro Humas Asosiasi Profesional Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh Akmal A menyatakan, Gampong Lampulo memiliki potensi pariwisata menjanjikan.

Menurutnya, di Lampulo ada objek wisata laut dan sungai yang bisa dikembangkan. Apalagi letak geografisnya berdekatan dengan muara Krueng Aceh, sungai yang membelah Kota Banda Aceh.

"Industri kerajinan masyarakatnya bisa dikemas agar mampu mendukung sektor pariwisata. Apalagi di Lampulo didukung adanya hotel yang cukup representatif," demikian Akmal.


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Sumber: