Selasa, 21 Oktober 2014

/

KORUPSI MOBIL PEMADAM

Tanda Tangan Hari Sabarno Jadi Dasar

Selasa, 11 Oktober 2011 | 03:30 WIB

Jakarta, Kompas - Tanda tangan Menteri Dalam Negeri (saat itu) Hari Sabarno pada secarik kertas kecil berwarna hijau menjadi dasar pengiriman radiogram oleh mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Oentarto Sindung Mawardi ke kepala daerah agar membeli mobil pemadam kebakaran dari perusahaan milik Hengky Samuel Daud. Tanda tangan itu digunakan untuk meyakinkan Oentarto bahwa radiogram tersebut sudah disetujui Menteri Dalam Negeri.

Soal tanda tangan itu muncul dalam persidangan dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran dengan terdakwa Hari Sabarno di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta, Senin (10/10). Dalam kesaksiannya, Oentarto mengungkapkan ada tanda tangan dari Hari Sabarno di secarik kertas berwarna hijau. Tanda tangan itu untuk meyakinkan Oentarto mengirim radiogram ke kepala daerah agar mengadakan mobil pemadam kebakaran dengan spesifikasi tertentu yang hanya bisa dipenuhi oleh PT Istana Sarana Raya dan PT Satal Nusantara. Kedua perusahaan itu milik Hengky.

”Samuel lebih dulu meminta surat edaran, lantas saya meminta konfirmasi kepada menteri karena alasannya dengan petunjuk dan persetujuan menteri. Ada yang bersifat lisan, ada yang disposisi. Ada yang langsung, ada yang tidak. Yang tidak langsung antara lain adalah sekretaris menteri, tetapi bisa juga dipesankan kepada siapa pun yang ditemui beliau untuk disampaikan kepada saya,” kata Oentarto.

Menurut jaksa penuntut umum I Ketut Sumedana, tanda tangan di secarik kertas warna hijau itu memang digunakan secara internal untuk meyakinkan Oentarto bahwa surat edaran itu atas persetujuan Hari Sabarno.

Namun, Hari Sabarno membantah telah membubuhkan tanda tangan dalam secarik kertas berwarna hijau. ”Dalam pengabdian saya bertahun-tahun, tidak mungkin saya seceroboh itu, memberikan tanda tangan di atas kertas yang tidak jelas,” katanya.

Dalam persidangan juga terungkap kedekatan Hari Sabarno dengan Hengky Samuel Daud. Saksi lain, Suroso, mantan sekretaris pribadi Mendagri, mengungkapkan, Hengky hampir selalu mendampingi Hari Sabarno saat bepergian ke luar daerah atau bertemu kepala daerah. Menurut Suroso, sebelum pergi, dirinya selalu mengonfirmasi keikutsertaan Hengky kepada Hari Sabarno. Oentarto juga membenarkan hal itu. Namun, Hari Sabarno mengatakan tidak pernah sekali pun memberikan instruksi atau persetujuan agar Hengky selalu mengikuti kunjungannya.

(BIL/FAJ)


Editor :