Tak Ada Alasan Takut Suntik Insulin - Kompas.com

Tak Ada Alasan Takut Suntik Insulin

Kompas.com - 15/11/2011, 08:27 WIB

KOMPAS.com- Diabetes merupakan penyakit yang disebabkan oleh berkurangnya kemampuan tubuh menggunakan insulin atau membuat insulin,  sehingga glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel. Akibat dari hal ini, akan terjadi kerusakan pada sel-sel tubuh. Dalam jangka panjang,  kerusakan juga dapat menimpa pembuluh darah dan saraf.

Pada orang yang sehat, insulin dibentuk tubuh di kelenjar pankreas. Namun pada pasien diabetes cadangan kapasitas pabrik insulin tubuh sangat sedikit atau tidak diproduksi lagi sehingga diperlukan insulin dari luar tubuh melalui suntikan.

"Insulin itu ibarat corong tempat masukknya glukosa ke dalam sel agar bisa diolah menjadi sumber energi," kata dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD paparnya dalam acara media edukasi memperingati Hari Diabetes Sedunia di Jakarta (14/11/11).

Menurut Dante, suntikan insulin diperlukan pasien diabetes pada keadaan tertentu, terutama jika diperlukan penurunan gula darah cepat pada keadaan kritis, gagal terapi dengan tablet, atau ketika sel pankreas tidak lagi bisa menghasilkan insulin.

Ditambahkan oleh dr.Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, dalam hal pengobatan diabetes terkadang diperlukan penyesuaian obat atau dosis sehingga tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis obat.   "Terkadang meski gula darah sudah terkontrol dengan satu regime obat tertentu suatu waktu bisa saja gula darahnya tiba-tiba tinggi," paparnya dalam kesempatan yang sama.

Saat ini, dalam tatalaksana diabetes pasien harus diperkenalkan sejak dini bahwa suatu waktu ada kemungkinan harus menggunakan insulin. "Dokter harus mengedukasi pasiennya sejak dini tentang kemungkinan ini, sehingga jika saatnya harus pakai insulin tidak terjadi penolakan," kata Tri Juli.

Insulin saat ini diproduksi dengan cara bioteknologi yang disebut teknik rekombinan DNA. Melalui cara ini tidak diperlukan penggunaan binatang seperti produksi insulin pada waktu baru ditemukan.

Selain dosis yang tepat, menurut Dante kunci keberhasilan insulin adalah cara penyuntikannya. "Insulin seharusnya disuntikkan ke lapisan subkutan di bawah kulit agar masuknya pelan-pelan dan tidak terjadi fluktuasi gula darah yang terlalu tinggi," paparnya.

Ia menjelaskan, lapisan subkutan manusia rata-rata ketebalannya kurang dari 3 milimeter, karena itu diperlukan jarum suntik kecil untuk mencapainya. "Yang ideal menurut standar internasional adalah jarum 4-5 mm agar terdistribusi di area yang tepat," ujarnya.

Penyuntikan yang terlalu dalam atau sampai lapisan otot bisa menyebabkan insulin terlalu cepat masuk ke pembuluh darah sehingga gula darah bisa mendadak turun atau drop.

Pada tahap permulaan, menyuntik diri sendiri dengan insulin mungkin tidak nyaman bagi sebagian orang, apalagi sebagian besar orang merasa takut dengan jarum suntik. Padahal, kini sudah banyak diciptakan jarum suntik berukuran kecil yang tidak menimbulkan sakit.

"Selain komponen insulin yang diperbaharui, alat untuk menyuntikkannya pun terus disesuaikan dengan kondisi modern sehingga pasien bisa menjalani suntikan dengan nyaman," kata Dante.

EditorAsep Candra

Terkini Lainnya

Selain Alam, Kini Raja Ampat Kembangkan Wisata Olahraga

Selain Alam, Kini Raja Ampat Kembangkan Wisata Olahraga

News
'Marble' pada Daging Sapi, Apakah Itu?

"Marble" pada Daging Sapi, Apakah Itu?

Food Story
Layanan Antar Jemput Bagasi di Bandara, Seperti Apa?

Layanan Antar Jemput Bagasi di Bandara, Seperti Apa?

News
Festival Terbesar di Raja Ampat Kembali Digelar

Festival Terbesar di Raja Ampat Kembali Digelar

News
PT Angkasa Pura I Sediakan Layanan Antar Jemput Bagasi

PT Angkasa Pura I Sediakan Layanan Antar Jemput Bagasi

News
Ketika Djarot Ingin Lihat Komodo

Ketika Djarot Ingin Lihat Komodo

News
Pelancong, Kyoto, dan Kimono...

Pelancong, Kyoto, dan Kimono...

Travel Story
Lewat Karnaval, Tasikmalaya Siap Menuju Destinasi Industri Kreatif

Lewat Karnaval, Tasikmalaya Siap Menuju Destinasi Industri Kreatif

News
Numpang Sarapan di Atas Jukung Pasar Apung

Numpang Sarapan di Atas Jukung Pasar Apung

Travel Story
Tuturangiana Andala, Tradisi Sedekah Laut Masyarakat Pulau Makasar

Tuturangiana Andala, Tradisi Sedekah Laut Masyarakat Pulau Makasar

Travel Story
Prefektur Gunma, dari 'Onsen' sampai Museum Mainan

Prefektur Gunma, dari "Onsen" sampai Museum Mainan

Jepang Terkini
Venesia Belum Tenggelam...

Venesia Belum Tenggelam...

Travel Story
Wave Rock, Ini Batu Ombak Tertinggi di Australia Barat!

Wave Rock, Ini Batu Ombak Tertinggi di Australia Barat!

BrandzView
Ini Kuil Terbaik untuk Panorama Musim Gugur di Kyoto

Ini Kuil Terbaik untuk Panorama Musim Gugur di Kyoto

Jepang Terkini
Pantai Bantayan di Aceh Utara Kembali Dibuka

Pantai Bantayan di Aceh Utara Kembali Dibuka

News

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM