Senin, 22 Desember 2014

/ Travel

Jambi Kaya Obyek Wisata

Jumat, 25 November 2011 | 15:48 WIB

KOMPAS.com - Jambi merupakan provinsi yang terletak di tengah-tengah pulau Sumatera dan memiliki ibukota provinsi bernama Kota Jambi. Kota Jambi memiliki topografi relatif datar dengan ketinggian 0-60 meter diatas permukaan laut. Kota Jambi juga kerap disapa dengan kota yang hangat karena memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata minimum berkisar antara 22,1°-23,3° celcius dan suhu maksimum antara 30,8°-32,6° celcius. Dengan bentangan alam yang sedemikian rupa, Jambi memiliki potensi alam yang sangat besar bagi dunia pariwisata di Indonesia.

Didy Wuryanto, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jambi mengatakan bahwa Jambi memiliki paling tidak dua hal yang bisa menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Jambi, yaitu wisata alam liar dan kebudayaan. Sebut saja Sungai Batanghari yang membelah Kota Jambi menjadi dua bagian, satu disisi utara dan satunya di selatan. Selain itu ada juga potensi wisata sejarah yang hingga kini masih dalam pengembangan penelitian, yaitu komplek situs candi Muara Jambi yang terletak di kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Kota Jambi. Ada lagi Pulau Berhala yang memiliki pemandangan alam yang indah, Taman Nasional Geopark yang tengah dalam penelitian serta segudang lainnya.

Didy berharap agar Jambi ke depan, menjadi salah satu destinasi wisata sejarah. Meskipun ia juga merasa bahwa infrastruktur menjadi salah satu penghambat laju industri pariwisata tersebut. Dana Rp 6 miliar dari pusat telah dialokasikan untuk revitalisasi museum-museum yang menjadi fokus utama pengembangan pariwisata di Jambi. Didy menargetkan proyek yang mulai sejak Oktober tersebut akan selesai pada Desember 2011.

Sebagai kota teraman kedua setelah Bali, menurut Badan Intelijen Negara, Jambi merupakan kota yang  tepat untuk didatangi karena terbebas dari suasana politik dan keamanan yang semerawut. Malah, Didy merasa bahwa yang menjadi ancaman menakutkan bagi perkembangan potensi wisata adalah kebijakan pemerintah yang kontradiktif dengan pengembangan wisata.

Berharap pada PBB khusus bagi pengembangan Taman Nasional Geopark, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jambi bekerja sama dengan sejumlah peneliti guna menguak sejarah terpendam yang ada disepanjang Sungai Batang Merangin. Sepanjang 10 km aliran sungai tersebut akan dijadikan tur sejarah tentang identitas asli Kota Jambi itu sendiri. Oleh karena itu Didy berharap daerah tersebut dijadikan status Taman Nasional oleh PBB agar proses pengembangannya bisa lebih mudah.

Pariwisata Jambi ibarat emas yang belum dipoles. Dengan bantuan berbagai pihak terkait, khususnya pemerintah pusat, kiranya Jambi bisa menjadi salah satu alternatif tujuan wisata sejarah yang berguna bagi anak-cucu kita kelak.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : I Made Asdhiana