Rabu, 3 September 2014

/ Travel

Tips Berburu Suvenir di Chatuchak Bangkok

Senin, 5 Desember 2011 | 16:52 WIB

KOMPAS.com - Pasar akhir pekan Chatuchak di Bangkok bukan untuk mereka yang bernyali kecil. Dengan jumlah pengunjung sebesar 200.000 orang per hari, pasar yang berukuran 35 hektar ini tidak cukup untuk mengakomodasi keramaian seperti itu. Jadi siap-siap saja untuk menghabiskan waktu bersempit-sempitan dengan para pebelanja lainnya di gang-gang kecil pasar tersebut. Tapi sebenarnya justru itu adalah salah satu hal yang mengasyikkan tentang pasar ini.

Sejarah Chatuchak

Ini semua berasal dari tahun 1950-an ketika Panglima Tertinggi Plaek Phibulsongkram, Perdana Menteri Thailand saat itu memutuskan bahwa setiap kota di negara Thailand wajib memiliki pasar loak. Setelah relokasi ke beberapa tempat, akhirnya diputuskan bahwa pasar loak Bangkok akan berada di lokasinya sekarang, yakni di Phaholyothin.

Sejak saat itu, Chatuchak atau Jatujak seperti bagaimana dibaca dalam bahasa Thai (dan maka dari itu yang sering disingkat menjadi ‘JJ’) telah berubah menjadi salah satu pasar terbuka terbesar di dunia. Pasar ini paling lengkap di hari Sabtu dan Minggu, tetapi beberapa toko juga tetap buka untuk berbisnis sepanjang minggu.

Cara berburu di Chatuchak

Lumayan bisa dipastikan bahwa Anda dapat menemukan apa saja di Chatuchak. Dari perlengkapan rumah tangga hingga buku, pakaian, alat rias, barang antik, anjing kecil hingga kerajinan tangan lokal. Bukan hanya itu juga, Anda juga berkemungkinan akan menghabiskan waktu seharian di Chatuchak (terdapat sekitar 10.000 toko) tanpa membeli apa-apa, jadi kunjungan dengan rencana di kepala adalah penting.

Hal pertama yang harus diingat tentang Chatuchak adalah banyaknya waktu yang akan dihabiskan untuk tersasar dan/atau berjalan di bawah teriknya sinar matahari. Maka dari itu, juga adalah penting untuk selalu membawa air dan mencari tempat untuk berteduh terdekat.

Ambillah peta dari area ini di Kios Informasi Turis yang berada di bagian kanan Anda ketika Anda masuk. Walaupun Anda tetap akan tersasar, adalah penting juga untuk menghapali beberapa arah agar Anda tidak terjebak dalam lingkaran yang sama.

Selalu ingat untuk menawar. Terutama jika Anda merupakan orang asing, umumnya para penjual Thai mengharapkan Anda untuk menawar dan kemudian memberikan Anda harga lebih dari dua kali lipat. Namun demikian, kadang harga-harganya adalah harga pasti, ini sangat jelas ketika harga tersebut telah ditulis di kertas yang dilaminasi atau telah terpampang dengan jelas di toko tersebut. Dalam hal ini, semua orang harus membayar sesuai dengan harga yang tertulis.

Ketika kaki Anda mulai sakit dan perut Anda mulai bersuara, pergilah ke jalan besar dekat pintu masuk yang dipenuhi dengan sejumlah makanan jalanan (pad thai dengan seharga 40 baht/sekitar Rp 12.000) dan tempat-tempat pemijitan (pemijitan kaki 1 jam seharga 250 baht/Rp 75.000). Juga terdapat es krim kelapa yang nikmat hanya seharga 20 baht (sekitar Rp 6.000). Beristirahatlah, rileks, dan kemudian bersiap siaga lagi. Ketika Anda telah selesai, kunjungi Taman Chatuchak/Chatuchak Park dan berleha-lehalah seperti orang lokal.

Cara pergi

Para perancang kota Bangkok telah memudahkan cara untuk mengunjungi Chatucak. Stop terakhir di garis BTS Sukhumvit, Mo Chit terletak 5 menit berjalan kaki dari pasar tersebut. Juga terdapat MRT yang langsung pergi ke sana, di stasiun Chatuchak Park. Jika Anda menggunakan taksi, beritahukan kepada sang supir “Suan Chatuchak” yang berarti “Taman Chatuchak”.


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: