Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 02:50 WIB
Pertengahan 2012 Samosir Bangun "Geopark"
| I Made Asdhiana | Kamis, 8 Desember 2011 | 17:26 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Menara pantau di kawasan Tele, Kabupaten Samosir, Jumat (22/7/2011). Di menara inilah tim Ekspedisi Cincin Api Kompas melakukan pemantauan Danau Toba kemudian melakukan perjalanan menyusuri jejak letusan supervolcano Toba.

PANGURURAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, akan membangun taman bumi atau "geopark" senilai Rp 20 miliar karena potensi pariwisata di kawasan danau Toba sangat tepat untuk wisata bahari. "Rencana pembangunan geopark sebagai lokasi untuk etalase danau Toba itu diperkirakan bisa dimulai pada pertengahan tahun 2012," kata Kabag Humas Pemkab Samosir, Gomgom Naibaho, di Pangururan, Kamis (8/12/2011).

Rencana pembangunan geopark sebagai lokasi untuk etalase danau Toba itu diperkirakan dimulai pertengahan 2012.
-- Gomgom Naibaho

Ia mengatakan, geopark merupakan lokasi yang terbentuk dari rangkaian proses pembentukan bumi yang terjadi ribuan tahun lalu dan lokasi yang sudah ditentukan tersebut akan dikelola sebagai konservasi alam dan menjadi kawasan pariwisata. Untuk itu, Pemkab Samosir telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta.

Kerja sama dimaksud, lanjut Gomgom, diawali dengan penandatanganan kesepakatan antara Bupati Samosir Mangindar Simbolon dan Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian dan Kebijakan Teknologi Dr Ir Tatang A. Taufik. "Penandatanganan kesepakatan itu langsung disaksikan Kepala BPPT Marzan A Iskandar di Gedung BPPT Jakarta pada 30 November 2011," kata Gomgom.

Ia menyebutkan, momen tersebut bertepatan dengan puncak acara "Inovasi Award 2011" oleh BPPT yang dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta dan Deputi Menteri Koperasi, Usaha Kecil Menengah serta beberapa gubernur dan bupati/wali kota. "Samosir menjadi begitu penting bagi penelitian geologi, sehingga diajukan masuk sebagai jaringan Geopark Dunia," ujarnya.

Kesepakatan yang ditandatangani, katanya, mencakup pengkajian dan penerapan serta pemasyarakatan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah, dengan tujuan pengembangan pemanfaatan potensi wilayah melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan lembaga setempat. "Ruang lingkup kesepakatan itu, nantinya dalam bentuk pengembangan sistem inovasi daerah dan pengkajian kebijakan teknologi yang meliputi inovasi, difusi, daya saing dan audit teknologi," katanya. 

Sumber :
Antara