Rabu, 3 September 2014

/ Cyberlife

Kompasianival 2011

Jurnalisme Warga, dari Warga untuk Warga

Sabtu, 10 Desember 2011 | 19:09 WIB

Berita Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Fenomena jurnalisme warga di Indonesia yang makin berkembang membawa tantangan baru bagi para jurnalis warga. Bagaimana cara agar informasi yang mereka sajikan mendapat kepercayaan dari masyarakat?

Menurut Wisnu Nugroho, blogger sekaligus penulis tetralogi Sisi Lain SBY, seseorang bisa mulai menulis dari pengalamannya sendiri. "Ini penting agar informasi yang ditulis dapat dipertanggungjawabkan. Jadi, jangan cuma katanya, katanya," kata Wisnu dalam diskusi Jurnalisme Warga di acara Kompasianival 2011 di fCone FX Plaza, Minggu (10/12/2012).

Seperti buku pertama Wisnu berjudul Pak Beye dan Istananya, ia menulis berdasarkan apa yang dilihatnya selama bertugas sebagai wartawan Istana Kepresidenan. Menurut dia, sesuatu yang tidak penting pasti memiliki nilai penting. Di samping itu, informasi yang disajikan juga harus mewakili kepentingan publik.

Pendiri Koran Fesbuk Indra Bigwanto mengatakan, jurnalisme warga ikut mengontrol sosial dengan pendekatan yang beda dari wartawan yang bekerja di media.

Melalui Koran Fesbuk, Indra menjadikan jejaring sosial sebagai agregator yang menyajikan berita-berita terkini. Koran Fesbuk mengutip berita dari media massa, menulis kembali dalam dua paragraf dengan tetap mengedepankan kode etik jurnalistik.

"Kami mengambil intisari suatu berita karena harus disesuaikan dengan keinginan pengguna jejaring sosial," ujar Indra.

Setiap berita yang dipublikasi di Koran Fesbuk setidaknya mendapat komentar dari 300 orang, dan di-like oleh 100 sampe 200 orang. Hal ini membuktikan bahwa jurnalisme warga memiliki interaktivitas yang tinggi.

Siapa pun dapat memberi sanggahan bahkan kritik sehingga kebenaran tidak dimonopoli satu orang atau satu kelompok.

Kompasiana sebagai portal blog terbesar di Indonesia terus mendukung para jurnalis warga agar terus menulis. Menurut Managing Editor Kompas.com Pepih Nugraha, Kompasiana yang berusia tiga tahun saat ini memiliki 97.000 member. Setiap hari ada sekitar 800 sampai 900 artikel yang dipublikasikan. Sepertiga dari jumlah artikel tersebut berupa artikel jenis fiksi.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Reza Wahyudi