Senin, 24 November 2014

/ Travel

Waspada, Wisata Gunung di Jateng

Jumat, 23 Desember 2011 | 13:44 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Para wisatawan yang mengunjungi sejumlah obyek wisata di Jawa Tengah, khususnya wisata pegunungan harus waspada. Peristiwa banjir bandang di Dusun Sidorejo, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonoso bo yang menewaskan 11 penduduk, bukti curah hujan mulai memasuki puncaknya pada akhir Desember 2011.

Pengamatan di sejumlah obyek wisata di Jateng, Jumat (23/12/2011 ), sejumlah obyek wisata pegunungan dengan jalur rawan bencana meliputi Dataran Tinggi Dieng (Wobosobo), Keteb Pass dan Selo (Boyolali), wisata alam Colo (Kudus), wisata air panas Guci (Slawi), serta wisata Tawangmangu (Karanganyar).

Peringatan kewaspadaan bagi wisatawan penting, terlebih menjelang Natal dan Tahun Baru 2012, sejumlah kota begitu halnya Kota Semarang sudah banyak kedatangan warga dari luar Jateng yang hendak berliburan.

Arus lalu lintas di Ibu Kota Jateng dua hari terakhir ini selalu padat, terlihat banyak juga mobil berpelat nomor polisi dari luar kota seperti B (Jakarta), F (Bogor), D (Bandung) E (Cirebon), L (Surabaya), maupun N (Malang) berseliweran.

Petugas di layanan wisata Jawa Tengah, Tourist Information Centre (TIC) Jalan Pemuda, Semarang, Sudjoko mengatakan, pengunjung di TIC memang meningkat, terutama warga dari luar Jateng. Mereka menanyakan soal wisata-wisata yang bisa dikunjungi selama liburan akhir tahun 2011.

Ada pun untuk jalur wisata yang rawan bencana itu, pengunjung memang diminta waspada. Bila merasa daerah itu aman, sebaiknya melintas pagi hari ketika cuaca masih cerah.

Untuk ke Dataran Tinggi Dieng, pengunjung disarankan lewat jalur dari Banjarnegara, setelah jalur utama dari Wonosobo kini menggunakan sistem buka tutup karena jalan di Tieng maish berantakan pasca banjir bandang.

Bagi pengunjung yang hendak menyaksikan keindahakan gunung Merapi melalui Keteb Pass dan Pusat Vulcano, sebaiknya melintas dari arah Magelang. Jalur wisata ke Selo maupun Ketep Pass yang harus diwaspadai, kalau perlu dihindari dari arah Boyolali Selo.

Jalur jalan yang meliuk-liuk naik turun pegunungan , terutama yang langsung dibawah lereng tegak lurus di jalur ini rawan longsor dan tebing jalan kerap runtuh saat hujan berlangsung.

Sedangkan jalur wisata Ke Guci dari Slawi, memang lumayan aman meski di be berapa titik juga rawan longsor, terutama mulai Lebaksiu sampai ruas Yomani dan ruas Tuwel. 


Penulis: Winarto Herusansono
Editor : Robert Adhi Ksp