Sabtu, 19 April 2014

/ Travel

Berburu Lumpia di Gang Lombok

Jumat, 30 Desember 2011 | 15:00 WIB

Baca juga

SEMARANG, KOMPAS.com — Kota Semarang yang lekat dengan makanan lumpia memang menjadi sebuah wisata kuliner yang selalu menarik untuk dicicipi bagi wisatawan yang datang.

Sebagian besar pedagang lumpia di kota ini terpusat di Jalan Mataram dan Jalan Pemuda. Namun, ada salah satu pedagang yang selalu menjadi rujukan para pencinta kuliner. Pedagang lumpia yang terletak di Gang Lombok, Kawasan Pecinan, Kota Semarang, ini memang bisa dibilang istimewa karena selalu diserbu pembeli seperti saat musim liburan ini. Lumpia yang bersebelahan dengan klenteng tua Tay Kak Sie ini sekaligus juga menjadi cikal bakal sejarah lumpia yang telah mengalami pembauran budaya selama puluhan tahun.

Dikelola Siem Swie Kiem, lumpia Gang Lombok tersebut juga merupakan bagian dari sejarah kuliner yang bertahan hingga generasi keempat. Dua jenis lumpia dengan kulit luar basah dan kering dijual Rp 10.000 per buah. Rebung kombinasi ayam serta udang menjadi isi utamanya. Saus kental warna coklat dengan rasa manis serta daun bawang sebagai lalapan menjadi teman saat melahap gulungan lumpia berukuran besar.

Debora (29), pembeli dari Jakarta, harus rela antre lama saat membeli untuk oleh-oleh keluarganya. "Saya tahu tempat ini dari seorang teman. Katanya lumpianya istimewa dan orisinal," kata Debora. Ketahanan lumpia yang hanya dua hari membuat para pembeli harus memperhitungkan lama perjalanan saat akan dibawa ke tempat tujuan.


Penulis: P. Raditya Mahendra Yasa
Editor : Abun Sanda