Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 02:58 WIB
Pertumbuhan Pariwisata Selalu di Atas Pertumbuhan Ekonomi
Eny Prihtiyani | Robert Adhi Ksp | Jumat, 6 Januari 2012 | 08:21 WIB
|
Share:
KOMPAS/PRIYOMBODO Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan, pertumbuhan pariwisata Indonesia selalu di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia dan melebihi perkembangan pariwisata dunia. Tahun 2011 perolehan devisa dari pariwisata diperkirakan mencapai 8,5 miliar dollar AS, naik 11,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Tahun 2011 perolehan devisa dari pariwisata diperkirakan mencapai 8,5 miliar dollar AS, naik 11,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Kenaikan tersebut melebihi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan ada di level 6,5 persen dan pertumbuhan pariwisata dunia yang hanya berkisar 4,5 persen. Untuk kontribusi terhadap devisa, sektor pariwisata ada di peringkat 5 setelah minyak dan gas bumi, minyak kelapa sawit, batubara, dan karet olahan.

Mari Pangestu menjelaskan, visi pariwisata tahun ini, fokusnya adalah menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, be daya saing, dan berkelanjutan. Upaya yang perlu dilakukan agar sejalan dengan visi tersebut adalah peningkatan daya saing produk wisata, pengembangan daya tarik, promosi terpadu dan berkesinambungan, serta pengembangan institusi dan sumber daya manusia.

"Untuk pariwisata ada tiga hal utama. Destinasi yang sudah ada akan dikembangkan, mengembangkan destinasi baru, dan wisata minat khusus. Untuk wisata minat khusus yang akan dikembangkan adalah MICE (Meeting, Incentives, Convention and Exhibition), wisata b ahari dan alam, wisata olahraga, serta wisata belanja dan kuliner," jelas Mari Pangestu.

Untuk pengembangan destinasi pariwisata, tambahnya, akan difokuskan pada pengembangan 15 Destination Management Organization (DMO), desa wisata, pusat rekreasi masyarakat, pasar wisata, zona kreatif, daya tarik wisata serta melakukan kerjasama dan kemitraan.

Berdasarkan draft Renstra ini, pada 2014 Indonesia akan memiliki 15 destinasi wisata yang telah menerapkan tata kelola destinasi yang berkualitas (Destination Management Organization). Untuk pariwisata berbasis pedesaan, ditargetkan tahun 2014 akan ada 822 desa, naik dibandingkan 2011 yang hanya sejumlah 674 desa.