Minggu, 31 Agustus 2014

/ Travel

Brunei Tawarkan Paket Wisata Idul Fitri

Rabu, 25 Januari 2012 | 22:14 WIB

Berita Terkait

MANADO, KOMPAS.com - Sedang merencanakan wisata saat hari raya Idul Fitri tahun ini? Sebuah paket wisata yang biasa ditawarkan Brunei Darussalam mungkin bisa menjadi pertimbangan.

Setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri, beberapa biro perjalanan wisata akan menawarkan paket makan bersama Sultan Hasanal Bolkiah. Ternyata, banyak wisatawan asal Indonesia yang selama ini tertarik dengan hal tersebut. Mereka ingin bertemu dan bersalaman dengan Sultan Brunei.

"Banyak orang Indonesia yang datang ke Brunei saat Lebaran untuk bertemu Sultan. Setiap Lebaran, Sultan adakan seperti open house selama 3 hari khusus agar masyarakat bisa bersilaturahmi dengan Sultan," kata Country Manager Indonesia Royal Brunei, Balachandran di sela-sela ASEAN Tourism Forum (ATF) TRAVEX, di Manado, baru-baru ini. Ia hadir di ATF TRAVEX sebagai buyer (pembeli) dalam ajang bursa pariwisata tersebut.

Menurutnya, siapa pun dapat datang ke acara open house tersebut, tidak hanya masyarakat setempat, tetapi juga wisatawan asing. Bahkan, paket wisata yang ditawarkan termasuk acara jamuan makan dalam bentuk prasmanan di kediaman Sultan. "Nanti yang datang dapat salaman langsung dengan Sultan dan keluarga," tuturnya.

Ia mengatakan prosedur keamanan tentu saja tetap ada saat acara open house. Namun, lanjutnya, acara berlangsung tidak terlalu birokratis malah terasa akrab.

Selain wisata di Brunei saat Lebaran, wisata di Brunei yang ditawarkan juga berupa wisata alam yaitu berkunjung ke hutan. Balachandran mengatakan walaupun Indonesia juga memiliki hutan, ada perbedaan dengan hutan di Brunei.

"Di Brunei tidak ada pembalakan. Kami juga tidak ada kelapa sawit," jelasnya sambil tertawa.

Sementara itu, Ak Zulkhairi Pg Abdul Razak dari Brunei Tourism menuturkan Brunei tengah menawarkan ekowisata kepada wisatawan dunia. Selain berjalan-jalan di tengah keasrian hutan, terdapat resor yang berada di tengah rimbunnya pepohonan.

"Indonesia memang punya hutan. Tapi kami tidak punya macet," kata Zulkhairi.

Ia menuturkan Brunei merupakan negara kecil dengan jumlah penduduk yang sedikit. Sehingga sangat mudah untuk berwisata di pusat kota, kemudian berlanjut ke hutan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Ni Luh Made Pertiwi F
Editor : I Made Asdhiana