Sabtu, 19 April 2014

/ Travel

Pawai Lampion Macetkan Singkawang

Sabtu, 4 Februari 2012 | 20:41 WIB

Baca juga

SINGKAWANG, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya didampingi Wali Kota Singkawang Hasan Karman, membuka resmi dan turut serta acara Pawai Lampion yang diikuti ratusan unit kendaraan hias dengan lampu warna-warni, Sabtu (4/2/2012). 

Kegiatan Pawai Lampion yang mengambil start di kantor wali kota juga diikuti Ketua DPRD Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, tokoh masyarakat, dan sejumlah stakeholder, serta masyarakat Kota Singkawang. Sedangkan rute yang dituju adalah dari kantor wali kota - Jl Firdaus Rais - Jl P Diponegoro - Jl Kepol Machmud - Jl Sejahtera - Jl Saman Bujang - Jl Niaga - Jl Budi Utomo - Jl Nusantara - Jl Jenderal Sudirman - Jl Kalimantan - Jl Setia Budi - Jl GM Situt - finish di gedung Happy Building.

Christiandy mengatakan, pawai lampion pada perayaan Festival Cap Go Meh 2012 merupakan kegiatan budaya yang sudah menjadi agenda nasional. Pemerintah provinsi akan terus  mendukung kegiatan yang memberikan kontribusi positif bagi Kota Singkawang, Kalbar, dan Indonesia.

Satu di antara bentuk keseriusan pemerintah provinsi mendukung Festival Cap Go Meh adalah tidak hanya dihadiri wakil gubernur tapi juga kehadiran Gubernur Cornelis sekaligus membuka dan melepaskan para Tatung untuk beratraksi di pusat kota pada Senin (6/2/2012) mendatang.

"Kegiatan ini sudah beberapa kali kita hadiri dan selalu berbagi tugas dengan gubernur. Saya selalu mengikuti acara pawai lampion, sedangkan gubernur tanggal 6 Februari akan ke sini untuk pembukaan puncaknya Festival Cap Go Meh. Festival ini sangat positif dan pemerintah mendukung sekali," ujar Christiandy kepada Tribun, Sabtu (4/2/2012).

Ia memaparkan, pawai lampion yang merupakan satu di antara rangkaian kegiatan Festival Cap Go Meh memberikan dampak positif kepada masyarakat, karena banyaknya wisatawan yang hadir di Kota Singkawang. Wisatawan yang hadir akan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, seperti menambah pendapatan pedagang kaki lima (PKL), usaha kecil menengah (UKM), serta usaha perhotelan dan homestay ataupun kos-kosan.

Wali Kota Singkawang, Hasan Karman, mengatakan kegiatan pawai lampion dan Festival Cap Go Meh merupakan kegiatan milik Singkawang yang mulai meng-internasional. Oleh karena itu, Hasan mengajak untuk sukseskan bersama dan pikirkan yang positif dan hindari pemikiran negatif untuk menarik wisatawan. Kepedulian dan kebersamaan akan berhasil menghadapi berbagai kesulitan yang menghambat acara Cap Go Meh.

"Cap Go Meh bukan sebuah acara yang baru muncul sekarang, namun ia adalah sebuah acara yang usianya sudah ratusan tahun dengan akulturasi budaya Tionghoa dan budaya lokal. Jadi jika ada pihak yang tidak paham dan sembarangan komentar, akan dianggap aneh dan buta dengan sejarah terjadinya akulturasi budaya ini. Dalam penyelenggaraan harus diakui masih ada kekurangan, karena panitia adalah relawan dan bukan pekerja. Dengan semangat kebersamaan, kita akan evaluasi penyelenggaraannya agar semakin hari semakin baik," papar Hasan.

Wagub Kalbar maupun Wali Kota Singkawang berharap kegiatan Festival Cap Go Meh Singkawang, termasuk kegiatan pawai lampion dapat berjalan dengan lancar serta pengunjung dan turis terhibur dengan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan panitia. Selain itu, masyarakat Singkawang bisa memetik manfaat dari acara ini terutama dampak ekonomi dan pelestarian budaya. (Tribun Pontianak/Steven Greatness)


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: