Selasa, 2 September 2014

/ Travel

Ada "Rempeyek Transmigrasi" di Kediri

Jumat, 10 Februari 2012 | 13:33 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Kekayaan kuliner nusantara sangatlah beragam. Hampir setiap daerah mempunyai kulinernya masing-masing. Salah satunya adalah rempeyek, makanan ringan yang renyah dan berasa gurih.

Di Jawa Timur, makanan ringan yang berbahan dasar tepung beras itu sudah tidak asing lagi. Rasanya yang gurih, biasa digunakan sebagai lauk pelengkap. Di Kediri dan sekitarnya, rempeyek biasa disajikan sebagai pelengkap nasi pecel. Bagi masyarakat Kediri, nasi pecel tanpa rempeyek, belumlah lengkap.

Pada umumnya, rempeyek terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan berbagai macam rempah-rempah seperti bawang putih, cabe, kunir serta ketumbar. Semua bumbu itu dihaluskan lalu dicampur dengan tepung beras, tepung tapioka, air dan garam secukupnya. Untuk isi, dimasukkan kacang tanah atau kacang kedelai. Semua bahan kemudian dicampur hingga menjadi adonan, baru kemudian digoreng.

Sudariyati, seorang warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, berhasil meraup sukses berkat rempeyek. Bisnis camilan pelengkap nasi pecel itu beromzet hingga Rp 25 juta per bulan. Rempeyek buatannya dikenal dengan nama "Rempeyek Transmigrasi".

Apa hubungan antara rempeyek dengan transmigrasi? Menurut Sudariyati, nama itu merujuk pada isi rempeyeknya menyebar, bukan bergerombol di tengah. "Transmigrasi itu istilah dari pembeli yang banyak membeli rempeyek saya," kata Sudariyati kepada Kompas.com, Jum'at (10/9/2012).

Sudariyati menyediakan rempeyek dengan berbagai isi. Dari kacang tanah, teri, ebi, kacang hijau, kacang kedelai, serta kacang ose. "Bahan rempahnya saya tambah dengan kencur, daun jeruk purut dan bahan lainnya," ujar wanita yang menekuni usaha rempeyek sejak tahun 1992 ini.

Kini usahanya terus berkembang menjadi usaha keluarga dengan pengelolaan yang cukup baik. Tiga anaknya berbagi tugas sesuai bidang masing-masing. Ada yang mengurusi produksi, pemasaran hingga manajerial.

Pemasarannya juga terus diperluas. Antara lain dengan membuka dua gerai di dua pusat perbelanjaan di Surabaya. Selain itu sejumlah reseller di beberapa kota lain di Jawa Timur. Sudaryati juga memanfaatkan teknologi informasi dengan memiliki laman resmi, www.anekarempeyek.com. Alhasil, order terus mengalir dari penjuru negeri. Makanan ringan bermerek dagang Rempeyek Krezzzzzz dikemas per bungkus seberat 180 gram dengan harga jual Rp 9.000.

Rempeyek yang awalnya pelengkap makanan, kini menjadi jenis camilan tersendiri dan banyak dicari masyarakat. "Selain melengkapi berbagai perizinan, merek juga sudah kami patenkan," ujar Ratna Hariyani Sitepu, putri Sudariyati yang mengaku sempat merasa gengsi untuk mulai terjun di usaha ini.


Penulis: M Agus Fauzul Hakim
Editor : Kistyarini