JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia kembali berpartisipasi pada "Venlo World Expo Floriade 2012" yang akan berlangsung di Venlo, Provinsi Limburg, Belanda. Acara ini akan diadakan pada 4 April hingga 7 Oktober 2012.
"Kegiatan ini 10 tahunan. Mulai dari tahun 1964, awalnya 12 tahun, berikutnya tahun 1972. Tapi lalu 10 tahunan. Kita mulai ikut di tahun 1992. Awalnya pameran horticultural tapi jadi berkembang," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta (14/2/2012).
Pameran tersebut mengangkat beberapa tema. Beberapa di antaranya adalah "Relax and Heal", "Green Engine", "Environment", "Education and Inovation", dan "World Stage Show".
"Misalnya 'Relax and Heal', kita pamerkan jamu. Termasuk juga wellness, spa yang pakai rempah-rempah atau lulur. Spa kita itu the best in the world. Teknik massage juga salah satu yang terbaik di dunia," tutur Sapta.
Sapta menambahkan aneka makanan seperti manisan pala ataupun sirup markisa juga akan dipamerkan. Beberapa tanaman yang ditanam secara organik akan juga ditampilkan di stan Indonesia.
Selain itu, akan dipamerkan pula tanaman khas dari Indonesia seperti anggrek hitam, pisang, palem, kamboja, dan sebagainya. Beberapa tanaman tersebut telah dibawa ke Belanda sejak Oktober 2011 dan ditanam di rumah kaca.
Sehingga, selain promosi pariwisata dan ekonomi kreatif, pameran tersebut juga menitikberatkan pada promosi pertanian dan perkebunan. Selain juga, jelas Sapta, ajang tersebut sebagai alat kampanye kepedulian Indonesia pada lingkungan dan mempromosikan seni dan budaya.
Sebab, lanjut Sapta, di World Stage Show, akan ditampilkan aneka pertunjukan seni dan budaya para negara peserta, termasuk Indonesia. Selain juga mempromosikan destinasi-destinasi wisata Indonesia, serta menarik investasi dan perdagangan.
"Ini bedanya dengan ITB Berlin ataupun Vacantie Expo. Ini nggak cuma pariwisata, tapi produk-produk ekonomi kreatif. Misalnya spa, yang dipromosikan benar-benar spa, bukan perjalanan spa. Atau produk tanaman yang dipromosikan. Tapi kalau yang mau beli atau memasarkan, mau nggak mau dia harus datang ke tempat itu," jelas Sapta.
Pihaknya menargetkan stan Indonesia dikunjungi minimal 90 persen dari seluruh pengunjung yaitu 1,8 juta orang. Pameran tersebut sendiri diprediksi akan dihadiri 2 juta orang, terutama dari Belanda, Belgia, dan Jerman.
"Banyak dari Belanda, Belgia, dan Jerman. Tapi tidak dari 3 negara itu saja, negara-negara di kawasan Eropa akan datang juga. Selama penyelenggaraan minimal dikunjungi 2 juta orang. Tapi maksimal 3 juta orang," ungkap Sapta.
Ia mengatakan 3 juta orang tersebut menjadi pasar potensial bagi Indonesia. Jika 10 persen saja yang akan benar-benar datang, maka 300 ribu orang akan berkunjung ke Indonesia. "Kalau spending satu orang saja seribu dollar AS, kita bisa dapat 3 juta dollar. Tapi tujuan nggak itu saja, untuk meningkatkan investasi," jelasnya.
Sebab, pameran tersebut menjadi ajang B2B (business to business), B2C (business to consumer), sampai ke level horisontal C2C (consumer to consumer atau comunity to comunity).
Ajang ini rencananya akan dibuka oleh Ratu Beatrix. Tahun ini, 40 negara akan berpartisipasi secara resmi. Namun, ratusan negara akan menjadi peserta walau secara skala kecil. "Beberapa negara mungkin hanya akan ikut satu bulan atau dua bulan. Tapi official participant ikut selama 6 bulan ada 40 negara," jelas Sapta.
Pameran akan bertempat di area 66 hektar. Tahun ini, Indonesia mendapat kesempatan untuk menjadi ketua panitia yang diwakili oleh Sapta Nirwandar.
