Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 03:46 WIB
Turis Eropa Berburu Matahari di Indonesia
Ni Luh Made Pertiwi F | I Made Asdhiana | Selasa, 14 Februari 2012 | 18:46 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/I MADE ASDHIANAWisman di pantai Dreamland, Jimbaran, Bali.
Foto:

JAKARTA, KOMPAS.com - Liburan sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Eropa. Sehingga, walau Eropa mengalami krisis ekonomi, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Eropa ke Indonesia tetap mengalami pertumbuhan.

Yang benar-benar krisis itu Yunani, Italia, Spanyol. Tapi masyarakatnya sudah terlanjur kaya, yang krisis pemerintahnya.
-- Sapta Nirwandar

"Tapi kalau kita bagi Eropa, yang benar-benar krisis itu Yunani, Italia, Spanyol. Tapi masyarakatnya sudah terlanjur kaya, yang krisis pemerintahnya. Mereka saat berlibur mengurangi iya, tapi tidak bisa menghilangkan," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta (14/2/2012).

Misalnya, lanjut Sapta, wisman yang berlibur jangka panjang menjadi pendek, atau tadinya berlibur di Indonesia selama dua minggu menjadi hanya satu minggu.

"Atau tadinya menginap di bintang 5 jadi menginap di bintang 4. Saya ke pameran di Eropa, demand-nya tetap tinggi ke Indonesia," kata Sapta.

Sapta menuturkan bagi masyarakat Eropa, liburan sudah menjadi bagian hidup. Mereka memiliki kebiasaan untuk merasakan panasnya matahari saat musim dingin. "Pengalaman di tahun 2008 saat krisis ekonomi global, pariwisata kita tetap naik," ujar Sapta.