Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 20:51 WIB
Menparekraf: Pariwisata Masih Dapat Tumbuh
| I Made Asdhiana | Selasa, 21 Februari 2012 | 18:21 WIB
|
Share:
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Sejumlah turis asing menikmati perjalanan mereka dengan menumpang kereta api uap di Stasiun Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2011). Museum Kereta Api Ambarawa merupakan salah satu destinasi utama Jateng yang dituju para wisatawan asing dan domestik, selain mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan, sektor pariwisata masih dapat tumbuh dan bertahan dari ancaman pelambatan ekonomi akibat krisis global. "Pariwisata agak tahan terhadap slow down dan kita lihat komposisi dari wisatawan mancanegara ke Indonesia yang mulai meningkat dari emerging countries seperti Rusia dan Tiongkok," ujar Mari di Jakarta, Selasa (22/2/2012).

Mari mengatakan pemerintah akan menargetkan penambahan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara yang berasal dari negara berkembang, sebagai antisipasi pelambatan ekonomi di negara maju. "Jadi kita akan diversifikasi wisatawan mancanegara kepada emerging countries," katanya.

Selain itu, pemerintah akan menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan lokal yang saat ini jumlahnya meningkat signifikan setiap tahun. "Untuk tahun ini, kami menargetkan kedatangan 8 juta wisatawan mancanegara dibandingkan 7,6 juta tahun lalu. Sedangkan untuk wisatawan nusantara 127 juta dibandingkan 123 juta pada tahun lalu," ujarnya.

Untuk itu pemerintah akan bekerja sama dengan pihak swasta dalam membuka tempat penginapan dan hotel baru serta maskapai penerbangan untuk membuka jalur penerbangan baru. "Kita lihat ekspansi hotel misalnya Accor sudah akan membangun 50 (hotel) untuk tiga tahun ke depan untuk luar Jawa. Semua untuk target domestic tourism. Dan kita juga dorong konektivitas dalam bentuk penerbangan langsung," ujar Mari.

Menparekraf menambahkan pemerintah juga akan mendorong peningkatan UMKM dalam mendukung sektor pariwisata serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam penguasaan bahasa asing terutama bahasa inggris dan bahasa mandarin. "Di mana ada lokasi wisata, mereka juga bisa berkembang, karena mereka yang sediakan suvenir dan mereka menyuplai bagi hotel-hotel. Ini tugas kita ke depan dimana pun agar UMKM berkembang," ujarnya.

Dengan upaya tersebut, Mari mengharapkan agar tempat tujuan wisata di masa mendatang lebih berkembang seperti tahun lalu dan tidak hanya didominasi oleh Bali, Jakarta serta Batam. "Tahun lalu yang cukup besar pertumbuhannya Bandung sama Makassar. Palembang ada peningkatan karena ada SEA Games. Manado juga kelihatannya agak lumayan," kata Mari.

Sumber :
Antara