Jumat, 24 Oktober 2014

/

LIGA INDONESIA

Rusuh, Empat "Bonek" Tewas dan 16 Luka-luka

Minggu, 11 Maret 2012 | 05:53 WIB

Lamongan, Kompas - Empat pendukung Persebaya Surabaya, Bonekmania, tewas dan 16 orang luka-luka saat perjalanan dari Surabaya ke Bojonegoro. Ada dua versi berbeda mengenai penyebab kematian dan luka-lukanya para suporter yang ingin menyaksikan pertandingan Persibo Bojonegoro melawan Persebaya, yang berakhir dengan skor 1-0 untuk Persibo.

Versi bonek, mereka dilempari sekelompok orang saat kereta yang mereka tumpangi melintasi wilayah Lamongan. Sementara versi polisi, mereka mengalami kecelakaan, yakni tersangkut kabel lalu terjatuh dan terkena palang di stasiun saat berdiri di atas gerbong yang ditumpangi.

Sudarmaji (27), warga Rungkut Kidul, Kecamatan Rungkut, Surabaya, dan satu orang lain tanpa identitas ditemukan tewas di Stasiun Babat, Lamongan, pada Jumat (9/3) pukul 22.00. Satu korban tanpa identitas lagi ditemukan tewas di sekitar rel di Moropelang, Kecamatan Babat, pada Sabtu sekitar pukul 06.00. Sementara Miftahul Huda (15), warga Pesapen, Kecamatan Krembangan, Surabaya, meninggal di RSUD Sosodoro Djatikusumo karena luka di kepalanya sangat parah.

Tiga korban luka masih dirawat di RS Muhammadiyah Lamongan, yakni Soimul Fadeli (15) dalam kondisi kritis karena luka berat di kepala, M Hidayat (14) luka ringan, dan Ahmad Ali Imron (17) terluka di kepala.

Ahmad Ali Imron menuturkan, bonek naik di atas gerbong kereta pada Jumat sekitar pukul 22.00. Saat kereta melintas di Stasiun Pucuk, Lamongan, mereka dilempari dengan batu dan molotov. ”Kami merunduk. Setelah itu saya tak sadar,” katanya.

Kepala Kepolisian Resor Lamongan Ajun Komisaris Besar Marsudianto menyebutkan, dua orang yang ditemukan tewas di Stasiun Babat dipastikan karena kecelakaan. Saat berdiri di atas gerbang, kepala korban membentur palang. Korban tewas yang ditemukan di Moropelang terjatuh dari kereta. Sementara tiga orang yang terluka ditemukan di Desa Dati, Kecamatan Pucuk, karena tersangkut kabel.

Feri, teman Huda, mengatakan, pada saat kereta yang mereka tumpangi melintasi Lamongan, ada yang melempari mereka. Huda mengalami luka parah di bagian kepala.

Sebanyak 13 orang dirawat di RSUD Sosodoro Djatikusumo, yakni Alfin (16) yang kondisinya kritis, Ahmad Mudhofar (17), Firman (23), Koko Haji Segoro (18), Arif Kurniawan (21), Agung Susilo (17), Adi Safari (15), Wiwit Aris Setyono (15), Yoga (13), Ahmad Mudhori (17), Ilyas (18), Allan (16), dan Ilham (15).

Di Bojonegoro, para bonek membuat ulah dengan menjarah rokok dan makanan ringan di sejumlah kios warga. Bahkan, kantin SD Negeri 2 Campurejo dibobol dan makanan di dalamnya diambil. Polisi menangkap RY (18) dan MJ (23) yang ketahuan membobol kios di Jalan Monginsidi, Bojonegoro.

(ACI/ECA)


Editor :