Jumat, 25 Juli 2014

/ Edukasi

Guru Diajak Melek Internet

Rabu, 21 Maret 2012 | 06:37 WIB

Jakarta, Kompas - Guru- guru diajak memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam menunjang pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan mudah dimengerti siswa. Untuk itu, guru perlu terus didorong untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kompetensi dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran.

Ajakan bagi guru untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terutama internet, untuk pembelajaran digagas Konsorsium Gerakan Guru Melek Internet (KGGMI). Konsorsium ini berupaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan menjadikan guru di Indonesia mampu menggunakan komputer dan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran mereka, baik di kelas maupun di luar kelas.

Satria Dharma, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), yang dihubungi dari Jakarta, Senin (19/3), mengatakan, IGI mendukung gerakan guru melek internet bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (Aptikom) dan PT Telkom Indonesia. Gerakan guru melek internet berisi bermacam kegiatan yang melibatkan guru, profesional, dan sponsor sehingga akan mempercepat proses peningkatan kualitas dan kompetensi profesional guru, terutama dalam hal kemampuan penggunaan internet untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.

”Targetnya, dalam lima tahun akan dilatih sejuta guru di seluruh Indonesia,” kata Satria. IGI yang saat ini berada di 14 provinsi dan 82 kota/kabupaten mendorong guru memanfaatkan kesempatan ini.

Guraru 2012

Dukungan guru Indonesia yang dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk pembelajaran juga datang dari Acer Indonesia lewat program Acer Guru Era Baru (Guraru) 2012.

”Melalui Guraru, kami ingin semakin banyak tenaga pendidik di Indonesia yang menggunakan teknologi informasi, khususnya menggunakan sisi positif dari booming-nya jejaring sosial dalam berkomunikasi dan mendidik anak murid mereka, sehingga siswa-siswi Indonesia dapat memperoleh manfaat belajar tidak hanya di dalam sekolah, tetapi juga di luar sekolah,” ujar Putu Khadafi, Head of Public Sector Acer Indonesia.

Program Guraru memungkinkan guru mengikuti seminar, pelatihan, serta program pemilikan notebook dengan penawaran khusus dan sistem pembayaran berkala. Program pemilikan notebook dengan penawaran khusus ini meliputi sistem operasi, fungsi aplikasi dasar perkantoran, edukonten, buku sekolah elektronik, paket data, dan sertifikasi, yang selanjutnya memenuhi ketentuan dari program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Acer tiap tahun memberikan penghargaan Acer Guraru kepada guru terpilih yang dinilai telah memanfaatkan teknologi dengan efektif dan kreatif. Penghargaan ini mulai diberikan pada tahun 2011. Hingga saat ini, Guraru telah menjangkau lebih dari 20 provinsi atau 30 kota/kabupaten. (ELN/*)

 


Editor : Lusia Kus Anna