Hari Ini Yusril Daftarkan Uji Materi UU APBN-P 2012 - Kompas.com

Hari Ini Yusril Daftarkan Uji Materi UU APBN-P 2012

Maria Natalia
Kompas.com - 02/04/2012, 10:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pakar hukum tata negara Yusril Izha Mahendra, Senin (2/4/2012), akan mendaftarkan gugatan uji materi Undang-Undang APBN-P 2012 ke Mahkamah Konstitusi. Menurut Yusril, ia hanya datang untuk mendaftar uji formal dan material gugatannya, sementara undang-undang tersebut baru bisa masuk dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi jika telah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Jam 4 nanti saya akan ke Mahkamah Konstitusi. Ini baru mendaftar. Nanti kan menunggu Presiden menandatangani dulu secara sah. Presiden punya waktu 30 hari untuk tanda tangan undang-undang," ujar mantan Menteri Hukum dan HAM itu saat dihubungi Kompas.com Senin pagi.

Yusril tak mau beropini lebih jauh ketika ditanya tentang keyakinannya memenangi uji materi ini. Ia menyatakan, pihaknya akan berusaha maksimal termasuk mendatangkan ahli-ahli hukum yang akan memperkuat argumennya dalam uji materi tersebut.

"Kami yakin ketika akan mengajukan ini. Kami punya argumen yang kuat, tapi kan ini semua kami kembalikan pada pandangan sembilan hakim konstitusi. Jadi kami serahkan sepenuhnya bagaimana hasilnya nanti pada mereka," sambungnya.

Seperti diketahui, setelah mengetahui hasil rapat Paripurna DPR dan Pemerintah mengenai Undang-Undang APBN-P 2012 pekan lalu, Yusril menilai secara materi Pasal 7 Ayat 6a dalam UU itu bertentangan dengan Pasal 28 D dan Pasal 33 UUD 1945. Yusril merujuk pada penafsiran MK tahun 2003 ketika pengujian Pasal 28 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Substansi Pasal 7 Ayat 6 UU APBN 2012 mengatur harga eceran BBM bersubsidi tidak naik. Namun, substansi Ayat 6a dalam UU APBNP 2012 memungkinkan pemerintah menyesuaikan harga BBM bersubsidi jika ada kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen dari harga minyak mentah Indonesia (ICP) rata-rata selama enam bulan.

Yusril mengatakan, substansi Ayat 6a itu sama dengan UU Migas dan Gas Bumi sebelum dibatalkan MK. Menurut dia, harga minyak dan gas di dalam negeri diserahkan kepada harga pasar sehingga dapat bersifat fluktuatif. Selain itu, lanjut Yusril, ada pertentangan antara Ayat 6 dan 6a. Dalam Ayat 6 menyebut harga BBM bersubsidi tak naik. Namun, dalam Ayat 6a harga dapat naik dengan syarat tertentu.

"Ini juga menciptakan ketidakpastian di masyarakat. Berapa harga yang akan naik nanti, masyarakat juga tidak tahu. Ada undang-undang yang tidak memberi kepastian hukum," kata dia.

PenulisMaria Natalia
EditorHeru Margianto
Terkini Lainnya
Kemenko Kemaritiman Tinjau Destinasi Wisata di Lombok, Ada Apa?
Kemenko Kemaritiman Tinjau Destinasi Wisata di Lombok, Ada Apa?
News
Sate Kambing Muda Masyhudi, Langganan Rhoma Irama
Sate Kambing Muda Masyhudi, Langganan Rhoma Irama
Food Story
Menikmati Indahnya Lanskap Ambarawa Naik Kereta Tua
Menikmati Indahnya Lanskap Ambarawa Naik Kereta Tua
Travel Story
Kenapa Kampung Melayu Tak Mau Disamakan dengan Betawi?
Kenapa Kampung Melayu Tak Mau Disamakan dengan Betawi?
Travel Story
Mengenal Sambal Terasi dari Bangka dan Lombok
Mengenal Sambal Terasi dari Bangka dan Lombok
Food Story
Ini Lokasi Asli dari Lukisan pada Uang Seribu Rupiah
Ini Lokasi Asli dari Lukisan pada Uang Seribu Rupiah
Travel Story
Asal-usul Leluhur dan Alasan Penyebutan Kampung Melayu
Asal-usul Leluhur dan Alasan Penyebutan Kampung Melayu
Travel Story
Seperti Apa Tren Kuliner Indonesia di Mata Anak Muda?
Seperti Apa Tren Kuliner Indonesia di Mata Anak Muda?
Travel Story
Mengintip Koleksi Buku Bung Karno di Blitar
Mengintip Koleksi Buku Bung Karno di Blitar
Travel Story
Sungai Jernih Sekaligus Taman Cantik, Ada di Yogyakarta
Sungai Jernih Sekaligus Taman Cantik, Ada di Yogyakarta
Travel Story
Melancong ke Candi Pawon, Jangan Lupa Minum Kopi Luwak
Melancong ke Candi Pawon, Jangan Lupa Minum Kopi Luwak
Food Story
Mitos Air Terjun dengan Kekuatan Menyembuhkan di Kulonprogo
Mitos Air Terjun dengan Kekuatan Menyembuhkan di Kulonprogo
Travel Story
Siapa Sangka, Ini Dia Asal-usul Taman Topi di Bogor
Siapa Sangka, Ini Dia Asal-usul Taman Topi di Bogor
Travel Story
Atraksi Terbaru di Seoul, Jembatan Layang Khusus Manusia
Atraksi Terbaru di Seoul, Jembatan Layang Khusus Manusia
Travel Story
Gabungan Taco dan Seblak, Bagaimana Rasanya?
Gabungan Taco dan Seblak, Bagaimana Rasanya?
Food Story

Close Ads X