Kamis, 18 Desember 2014

/ Travel

Kuliner

Pempek dan Pindang Patin Cawan Putih, Lemak Nian Oiii

Minggu, 15 April 2012 | 12:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Warung yang menjual pempek, makanan khas Palembang, banyak bertebaran di Jakarta dan sekitarnya. Namun tempat yang menjual pempek asli dengan “cuko” yang lezat dan pas di lidah orang Palembang, tidaklah banyak.

Salah satu warung pempek Palembang yang wajib Anda datangi adalah Warung Pempek Cawan Putih di Jalan H Agus Salim (depan Duta Suara) atau lebih dikenal dengan nama Jalan Sabang di Jakarta Pusat.

Di sini, Anda dapat menikmati pempek belah (pempek lenjer yang digoreng kemudian dibelah dan diisi udang kering dan kecap). Pempek belah yang harga satuannya Rp 5.000 ini merupakan salah satu andalan Cawan Putih.

Selain itu juga ada pempek kapal selam yang dijual Rp 15.000 per porsi. Pempek telor kecil, pempek keriting, pempek goreng yang kecil seharga Rp 4.500 per satuan.

Apa beda pempek Cawan Putih dengan pempek di tempat lainnya? “Kami meracik pempek dengan komposisi 60 persen ikan dan 40 persen aci. Karena itulah rasa ikan tenggiri dalam pempek Cawan Putih sangat terasa,” jelas pemilik Cawan Putih, Endang Sri Hariatie BK.

Kelebihan pempek Cawan Putih lainnya adalah dibuat tanpa pengawet dan tanpa pemutih. “Kami membuat pempek tanpa sisa, semua habis pada hari itu juga,” kata istri Budi Karya Sumadi itu.

Selain itu, “cuko” yang menjadi pendamping setiap kali makan pempek, dibuat dari jeruk-jeruk kecil, bahkan tanpa cuka sama sekali. Karena itulah rasa “cuko” pempek Cawan Putih terasa lebih gurih dan nikmat.

Makanan lainnya yang menjadi andalan Cawan Putih adalah pindang patin (Rp 20.000 per porsi) dan pindang tulang (Rp 24.000 per porsi), juga tekwan Rp 15.000 per porsi.

Kompas mencoba mencicipi pindang patin racikan Cawan Putih. Dibandingkan dengan pindang patin di tempat lainnya, pindang patin Cawan Putih lebih terasa gurih dan lezat. Bumbunya sangat terasa di lidah.

Tidak asyik jika menikmati makanan khas palembang tanpa es kacang merah. Dan racikan es kacang merah Cawan Putih sangat pas di lidah orang Palembang. Kacang tanahnya sangat lembut, diproses sedemikian rupa.

Dari iseng-iseng
Budi Karya Sumadi dalam percakapan dengan Kompas Sabtu (14/4/2012) petang menceritakan, sebenarnya ia hanya iseng-iseng membuka warung pempek pada tahun 2010 lalu. Namun dalam perjalanan, usahanya mendapat apresiasi banyak orang. Dari tiga lokasi, omzet Cawan Putih Rp 20 juta per hari ataui rata-rata Rp 600 juta per bulan.

“Ceritanya, orang Palembang menjadikan pempek jadi makanan utama. Kalau seminggu tidak makan pempek, pasti ada yang kurang. Kalau tidak dapat kiriman pempek dari Palembang, biasanya orang Palembang di Jakarta harus mencarinya hingga ke Kelapa Gading dan Sunter. Melihat banyak orang mencari pempek, akhirnya saya dan istri mencoba membuka warung pempek ini,” cerita Budi, alumnus SMA Xaverius I Palembang 1975 itu.

“Pada awalnya, kami membuat pempek panggang dengan kecap, udang kering, sambal. Ternyata rasanya lebih enak dari Kelapa Gading. Lalu kami cari lagi resep dan jadilah resep pempek ini,” kata Budi.

Saat ini Cawan Putih sudah memiliki tiga lokasi, yaitu di Jalan Sabang, Sunter (Ruko Griya Inti Sentosa), dan Pecenongan (depan Hotel Alila). Semuanya berkonsep warung.

Dalam satu hari, dari tiga cabang itu, Cawan Putih menghabiskan 25 kg ikan tenggiri, yang dipasok dari Jakarta dan Lampung.

Pada hari kerja, orang-orang yang datang ke Cawan Putih umumnya pekerja kantoran. Mereka menikmati pempek, pindang patin, tekwan, es kacang merah. “Pempek dan pindang patin sudah jadi makanan yang digemari masyarakat Indonesia, tidak lagi hanya masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan,” katanya.

Kebahagiaan Budi Karya dan istrinya adalah dari usaha ini, mereka dapat menciptakan lapangan kerja, mempekerjakan lebih dari 50 orang.

Cawan Putih juga sering menjadi tempat reuni orang-orang Palembang di Jakarta dan sekitarnya.

Rekomendasi: jika Anda mencari pempek, tekwan, pindang patin, es kacang merah seperti rasa makanan itu di Palembang, Anda wajib datang ke Cawan Putih. Selain itu, harganya kaki lima, tapi rasanya bintang lima. Payo, cubolah pempek dan pindang patin Cawan Putih. Lemak nian oiiiiii.....


Penulis: R. Adhi Kusumaputra
Editor : Robert Adhi Ksp